Wujudkan Kepedulian Kesehatan Reproduksi, Mahasiswa PMI UIN Jakarta Ikuti Pelatihan Pembuatan Pembalut Kain di Kejajar Wonosobo
Wujudkan Kepedulian Kesehatan Reproduksi, Mahasiswa PMI UIN Jakarta Ikuti Pelatihan Pembuatan Pembalut Kain di Kejajar Wonosobo

Sejumlah mahasiswa Praktikum II Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta turut menghadiri Workshop Haidcare bertajuk Pelatihan Pembuatan PeKa (Pembalut Kain) yang digelar di Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kampus yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang tengah menjalankan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.

Kehadiran mahasiswa PMI UIN Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian praktik lapangan mereka, yang selama ini juga aktif mendampingi program pemberdayaan keluarga di Kecamatan Kejajar. Keikutsertaan lintas kampus ini menunjukkan bagaimana mahasiswa dari latar belakang program studi yang sama, namun berbeda perguruan tinggi, dapat saling bersinergi dalam upaya pemberdayaan masyarakat di satu wilayah dampingan yang sama.

Workshop menghadirkan Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si., yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi perempuan sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih minim akses terhadap informasi dan produk kesehatan menstruasi yang layak.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta diajak untuk praktik langsung membuat pembalut kain yang dapat digunakan berulang kali (reusable pad). Proses pembuatan dimulai dari pemilihan bahan kain yang aman dan menyerap dengan baik, pemotongan pola, hingga proses menjahit sederhana yang dipandu langkah demi langkah oleh tim fasilitator dari KKN 120 UIN Sunan Kalijaga.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong kesadaran akan pola hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Penggunaan pembalut kain dinilai mampu mengurangi limbah pembalut sekali pakai, sekaligus menjadi solusi ekonomis bagi keluarga dengan keterbatasan akses terhadap produk kesehatan reproduksi sekali pakai.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya pelatihan. Mahasiswa dari kedua kampus tampak aktif berdiskusi dan saling membantu satu sama lain dalam proses pembuatan pembalut kain, menciptakan suasana kolaboratif yang hangat di antara peserta workshop.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya jejaring kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam dari berbagai perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dunia akademik dalam menjawab persoalan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

Pratikum wonosobo1

                                                                              Suasana praktik pembuatan pembalut kain (PeKa) oleh peserta workshop