UIN Jakarta Resmikan Pusat Studi Haji dan Umrah, Perkuat Mitigasi Penyelenggaraan Haji di Tengah Ketidakpastian Global
Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi melantik pengurus Pusat Studi Haji dan Umrah (PSHU) pada Senin, 13 April 2025, yang diselenggarakan dengan kegiatan Studium General di Ruang Teater Aqib Suminoto FDIKOM UIN Jakarta oleh prodi MD S1 dan S2. Kehadiran PSHU menandai tonggak penting dalam pengembangan kajian haji di Indonesia, mengingat pusat studi ini merupakan satu-satunya yang ada di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kegiatan ini mengusung tema “Mitigasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tengah Konstelasi Ketidakpastian Global” sebagai respons atas dinamika global yang semakin kompleks dalam pengelolaan ibadah haji dan umrah.
Pelantikan pengurus PSHU dikukuhkan langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, yang sekaligus bertindak sebagai Penanggung Jawab didampingi oleh Dr. H.M Afief Mudzir sebagai Direktur Bina Jamaah Haji Reguler. Acara dimulai dengan sambutan dari Prof. Gun Gun yang menegaskan bahwa PSHU merupakan pusat literasi dan kajian haji pertama di Indonesia yang hadir sebagai bentuk konkret kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian Haji dan Umrah. Menurutnya, kompleksitas isu penyelenggaraan haji saat ini menuntut keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, sehingga kehadiran PSHU diharapkan mampu menjadi simpul akademik dalam merespons berbagai tantangan tersebut secara komprehensif dan berbasis riset.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. H. M. Afief Mundzir yang hadir sebagai narasumber utama Studium General menekankan pentingnya penguatan jejaring dan komunikasi global dalam sektor haji. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah masih menghadapi keterbatasan dalam membangun jejaring kelembagaan, sehingga membutuhkan mitra strategis dari kalangan akademik. PSHU, menurutnya, diharapkan dapat berperan sebagai laboratorium penelitian sekaligus mitra kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai persoalan haji dan umrah. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sumber daya manusia terbaik guna menghadapi ketidakpastian global, serta memastikan bahwa isu “war ticket” tidak akan mengganggu sistem antrean haji nasional.
Sementara itu, Dr. Hj. Mastanah Dosen Senior Prodi Manajemen Dakwah FDIKOM dalam pemaparan materinya menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia profesional di bidang penyelenggaraan haji. Ia menjelaskan bahwa program studi seperti Manajemen Dakwah dan Bimbingan Penyuluhan Islam memiliki potensi besar dalam mencetak pembimbing haji yang kompeten, baik dari sisi pemahaman fikih manasik, manajemen layanan, hingga kemampuan komunikasi dan empati. Profesionalisme SDM haji, lanjutnya, harus dibangun melalui integrasi antara kompetensi, sikap, dan etika layanan, yang didukung oleh sistem pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi yang terstandar.
Harapan terhadap keberadaan PSHU juga disampaikan oleh Dr. H. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M.Hum sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang menilai bahwa pusat studi ini dapat menjadi basis penguatan tata kelola haji berbasis bukti (evidence-based policy). Ia menekankan pentingnya riset akademik dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif dan adaptif terhadap perubahan global.
Secara keseluruhan, pelantikan dan Studium General ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Dengan dukungan riset, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan SDM yang unggul, PSHU diharapkan mampu menjadi pusat rujukan nasional bahkan internasional dalam kajian dan praktik penyelenggaraan haji dan umrah yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan.
