Tari Tradisional Warnai Farewell Hiroshima Orizuru Fellow 2026: Ajang Perkenalkan Budaya Nusantara dalam Program Internasional
Tari Tradisional Warnai Farewell Hiroshima Orizuru Fellow 2026: Ajang Perkenalkan Budaya Nusantara dalam Program Internasional

Hiroshima - Suasana hangat mewarnai acara Farewell Party Hiroshima Orizuru Fellow 2026 yang menjadi penutup rangkaian kegiatan program internasional di Hiroshima, Jepang. Bertempat di Universitas Hiroshima, kuliah umum masih tetap dilaksanakan terlebih dahulu bertema peace building oleh Mr. Ryutaro Murotani, JICA dan dilanjut dengan pertemuan bersama Hibakusha (a bomb survivor).

Kegiatan berlanjut pada pembagian sertifikat penghargaan yang bertuliskan “successfully completed Hiroshima University & Sasakawa Peace Foundation & Columbia University Summer Course on Peace and Sustainability 2026 ‘Conflict and Collaboration in Natural Resource Management - Advancing Positive Peace and the SDGs” diberikan kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan program Hiroshima Orizuru Fellow Peace Study Tour dengan baik.

Farewell party dibuka oleh pembawa acara dengan menghadirkan hidangan vegetarian atau halal food untuk dinikmati. Sedangkan penampilan pembuka berasal dari delegasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mempersembahkan tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung, tari bedana.

Penampilan selanjutnya dari Universitas Cendrawasih yang membawakan tarian Papua dengan mengajak peserta dari negara lain untuk menari bersama, sehingga acara farewell menjadi lebih berwarna. Adapun penampilan terakhir dari delegasi UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta yang memperkenalkan budaya Nusantara lainnya melalui Tari Maumere yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Kekayaan budaya Nusantara yang diperkenalkan melalui penampilan tari tradisional, disambut antusias oleh peserta lainnya dari berbagai negara. Peserta termasuk panitia turut bahagia dan menikmati rangkaian demi rangkaian dalam acara farewell pada Rabu (5/8). Tidak hanya dari Indonesia yang juga mengenakan pakaian tradisional, namun negara lain seperti India, Nepal juga memakai pakaian tradisional masing-masing negara yang menambah keindahan dari keberagaman budaya di dunia.

Memperkenalkan budaya melalui penampilan ataupun pakaian, bukan hanya menjadi bagian dari hiburan dalam acara farewell tetapi juga sebagai ruang memperkenalkan keberagaman dalam ranah global. Melalui gerak tari dan musik tradisional, budaya Indonesia dapat menjadi simbol persahabatan sekaligus mempererat hubungan antar peserta dalam program Hiroshima Orizuru Fellow 2026.

Acara dilanjut dengan santap bersama yaitu menikmati hidangan makanan Jepang, seperti takoyaki, Matcha, onigiri dan beragam makanan lainnya. Tidak sampai disitu, penyampaian kesan pesan juga turut mewarnai acara farewell dan penayangan video kilas balik menambah suasana haru dalam acara.

Video tersebut merangkum berbagai kegiatan yang telah dilalui para peserta selama program berlangsung, mulai dari kegiatan pembelajaran, budaya, fieldwork, hingga pengalaman bersama di Hiroshima. Melalui tayangan kilas balik mampu menumbuhkan rasa

bangga atas perjalanan yang telah dilalui dan menghadirkan kembali kenangan indah selama sepuluh hari kebelakang.

Acara farewell ditutup dengan mengabadikan momen lewat foto bersama dari berbagai negara. Terciptanya pengalaman di Hiroshima tidak berhenti sebagai kenangan semata, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih damai.

TARI2

                   Penampilan tari tradisional Indonesia yang diakhiri dengan pembagian permen jahe sebagai bentuk keramahan dan berbagi cita rasa khas Indonesia