Taman HMPS BPI “Pengenalan Eksistensi Peran Penyuluh Islam dalam Kontribusi Dunia Kerja”
Taman HMPS BPI “Pengenalan Eksistensi Peran Penyuluh Islam dalam Kontribusi Dunia Kerja”

Sabtu (07/12) Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan TAMAN (wisaTA berMANfaat). TAMAN merupakan salah satu program kerja dari departemen penelitian dan pengembangan dengan melakukan penelitian di suatu lembaga, instansi,  atau yayasan tertentu untuk mengetahui fungsi profesi penyuluh agama islam secara langsung. Pada kesempatan ini TAMAN diselenggarakan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas 1 Cipinang dengan tema “Pengenalan Eksistensi Peran Penyuluh Islam dalam Kontribusi Dunia Kerja” Acara dimulai pukul 12.30 oleh Master Of Ceremony yaitu Acmad Syaukani Wizedan S.Ag, M.H. dengan rangkaian acara sambutan, penyampaian materi, diskusi, penyerahan cendramata, sesi dokumentasi dan pengenalan (keliling) Lapas.

Sambutan dan penyampaian materi dilakukan oleh Boy Guntur Sagara, Amd.IP., SH., M.A selaku Kepala seksi Bimbingan Pemasyarakatan Lapas kelas 1 Cipinang. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terimakasih telah menjadikan Lapas kelas 1 Cipinang tempat observasi teman-teman HMPS BPI 2021 beliau juga menyampaikan rasa terimakasih dan salam untuk pihak Program Studi BPI dan pihak Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selanjutnya beliau memaparkan seputar sejarah berdirinya Lapas cipinang yang sudah ada semenjak tahun 1918 yakni zaman penjajahan belanda. Saat itu Lapas difungsikan sebagai tempat penghakiman masyarakat Indonesia agar takut dengan kekuasaan belanda. Kemudian beliau juga memaparkan beberapa kegiatan yang ada di Lapas melalui slide power point mengenai kegiatan pramuka, keagamaan, olahraga dan lain sebagainya. Dilanjutkan dengan pemaparan terkait tupoksi dari penyuluh agama terkhusus penyuluh agama Islam. Beliau mengatakan sebagai kepala seksi bimbingan permasyarakatan beliau dituntut untuk memahami lintas agama. Karena di Lapas kelas 1 Cipinang ini terdiri dari 5 agama yang disetujui negara Indonesia yaitu Islam, Hindu, Budha, Kristen, dan Konghucu. Penyuluhan Islam yang di adakan di Lapas kelas 1 Cipinang ini bertujuan untuk membimbing warga binaan agar lebih mengenali Sang Penciptanya dan rajin beribadah karena beberapa hak yang mash dimiliki oleh warga binaan adalah salah satunya adalah hak untuk beribadah. Penempatan warga binaan di lapas kelas 1 cipinang dibedakan untuk kasus terorisme dikarenakan khawatir akan ada doktrin di dalam Lapas sehingga akses mereka berinteraksi dengan dunia luar dibatasi.

Setelah penyampaian materi selesai acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab ada 4 orang penanya dengan beberapa pertanyaan meliputi; bagaimana proses dari mulai tertangkap sampai diberikan hukum pidana? Apakah warga binaan diwajibkan mengikuti kegiatan keagamaan? Apakah warga binaan dikelompokan secara agama di setiap bloknya? Bagaimana proses menjadi petugas Lapas? Apakah warga binaan bisa mengajukan pemotongan hukuman? Ketika warga binaan menolak kegiatan di lapas ini apa yang dilakukan petugas lapas?. Jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut dimulai dari pemaparan tentang sistem peradilan pidana di Indonesia. Dilajutkan dengan jawaban pertanyaan kedua yang menginisiasikan pentingnya berbuat baik bagi setiap warga binaan. Adapun jawaban bagi pertanyaan selanjutnya adalah agar bisa menumbuhkan sikap toleransi dengan agama yang lain maka warga binaan disatukan dalam satu blok kecuali pada kasus terorisme.

Penyerahan sertifikat dan plakat dari HMPS BPI dilakukan oleh Puja Sagita selaku wakil ketua umum HMPS BPI 2021 kepada Lapas kelas 1 Cipinang dan Siti Rahma Mutiara selaku ketua departemen penelitian dan pengembangan HMPS BPI 2021 yang di terima oleh Boy Guntur Sagara, Amd.IP., SH., M.A. Kemudian dilakukan sesi dokumentasi mahasiswa BPI dengan para petugas Lapas.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan Lapas yang dipandu oleh Achmad Syaukani Wizedan, S.Ag.,MH, Sugeng Muhammad Yusuf Aththoilah dan Ibrohim. Pengenalan lingkungan Lapas dilakukan secara interaktif antara mahasiswa dan petugas lapas. Di mulai dengan ruang kunjungan, beberapa unit pengembangan diri, tempat olahraga, tempat beribadah, laudry, dapur sampai ke sekolah yang diadakan oleh pihak lapas. Kemudian acara ditutup dengan diskusi bersama Ibrohim salah satu petugas lapas dan dokumentasi di pintu masuk Lapas kelas 1 Cipinang.