SIKOPI FDIKOM UIN Jakarta Bahas Kiprah Alumni KPI dalam Lanskap Dakwah Modern
SIKOPI FDIKOM UIN Jakarta Bahas Kiprah Alumni KPI dalam Lanskap Dakwah Modern

Jakarta, 25 Februari 2026 - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Diskusi Komunikasi dan Penyiaran Islam (SIKOPI) di Ruang Meeting Lantai 2 FDIKOM. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Ketua dan Sekretaris Prodi KPI, serta para dosen. Diskusi dimulai pukul 09.40 WIB dan berlangsung secara interaktif hingga pukul 13.00 WIB. Tema yang diangkat membahas kiprah alumni KPI dalam lanskap komunikasi dakwah modern. Forum ini menjadi ruang refleksi akademik terkait relevansi keilmuan KPI di era digital.

Dalam sambutannya, Dekan FDIKOM, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan identitas keilmuan KPI agar tetap responsif terhadap perubahan zaman. Ia menyampaikan bahwa dakwah berbasis komunikasi harus mampu menjawab tantangan global dan transformasi digital. Menurutnya, Prodi KPI memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan profesional. Dekan juga mendorong agar riset dan publikasi ilmiah terus ditingkatkan sebagai bentuk kontribusi akademik. Sementara itu, Kaprodi KPI, Dr. Yopi Kusmiati, S.Sos.I., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum diskusi bulanan ini. Dr. Yopi berharap SIKOPI menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk penguatan kurikulum dan arah pengembangan Prodi KPI ke depan.

Narasumber Drs. Wahidin Saputra, M.Ag. menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah praktik dakwah secara signifikan. Dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar dan forum tatap muka, tetapi berkembang melalui media digital. Ia menekankan bahwa komunikasi menjadi kunci keberhasilan dakwah kontemporer. Pesan keagamaan harus dikemas secara strategis, komunikatif, dan kontekstual agar efektif diterima masyarakat. Program Studi KPI disebut hadir untuk mengintegrasikan ilmu komunikasi modern dengan nilai-nilai Islam. Lulusan KPI diharapkan menjadi komunikator dakwah yang profesional dan beretika.

Selanjutnya disampaikan bahwa alumni KPI memiliki ragam peran yang luas di ruang publik. Mereka berkiprah sebagai da’i digital, jurnalis, content creator, praktisi humas lembaga keagamaan, hingga entrepreneur media. Kontribusi tersebut menunjukkan fleksibilitas dan daya saing keilmuan KPI. Alumni juga berperan dalam penguatan literasi media dan penangkal disinformasi keagamaan. Tantangan seperti disrupsi digital, hoaks, dan polarisasi menjadi perhatian serius dalam dakwah masa kini. Karena itu, dakwah dituntut lebih dialogis, inklusif, dan solutif.

Burhanuddin, M.A. menambahkan bahwa kemampuan teknis bermedia harus diimbangi dengan kedalaman substansi keilmuan. Ia menyoroti fenomena konten keagamaan viral yang minim landasan ilmiah. Alumni KPI dinilai memiliki tanggung jawab akademik menjaga akurasi dan integritas pesan dakwah. Segmentasi audiens juga menjadi aspek penting dalam strategi komunikasi dakwah. Setiap kelompok masyarakat memerlukan pendekatan yang berbeda sesuai karakteristiknya. Dakwah harus tetap berbasis ilmu serta berorientasi pada kemaslahatan sosial.

Diskusi turut diisi dengan berbagai rekomendasi pengembangan Prodi KPI. Beberapa dosen mengusulkan penguatan tracer study, pembaruan jurnal KPI, dan penyesuaian kurikulum dengan regulasi Kementerian Agama. Penguatan mata kuliah terkait Artificial Intelligence, digital ethics, dan big data juga menjadi perhatian. Rencana penyelenggaraan International Conference dosen KPI pada bulan Juli turut disampaikan sebagai agenda strategis. Secara umum, forum ini menegaskan pentingnya penguatan identitas dan klaster unggulan Prodi KPI. Diskusi SIKOPI menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi KPI sebagai basis keilmuan dakwah yang adaptif dan relevan. (Anita Dwi Zulyatin)

sikopi I 2026 a