Sidang Praktikum Profesi BPI Makro Secara Virtual Sukses diselenggarakan oleh Prodi BPI
Sidang Praktikum Profesi BPI Makro Secara Virtual Sukses diselenggarakan oleh Prodi BPI

Selasa (22/12) - Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) menyelenggarakan Sidang Praktikum Profesi Makro BPI 2020 secara virtual. acara dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dihadiri oleh Ir Noor Bekti Negoro, S.E., M.Si selaku Ketua Prodi BPI dan Abdul Rahman, S.Sos., M.Si. selaku dosen pengampu dari mata kuliah Praktikum Profesi Makro. Sidang ini juga dihadiri oleh dosen pembimbing masing-masing tema, di antaranya Nasichah MA. selaku dosen pembimbing tema keluarga sakinah, Artiarini Puspita Arwan, M.Psi. kelompok NAPZA dan HIV/AIDS, M. Jufri Halim, M.Si. kelompok Wakaf, dan Tasman M. Ag. kelompok Zakat.

Sidang Praktikum Profesi Makro merupakan kegiatan akhir dari Praktikum Profesi Makro sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban dari kegiatan yang telah dilaksanakan selama 40 hari di masyarakat. Berbagai kendala, tantangan, dan hambatan yang terjadi selama di lapangan disampaikan sebagai bentuk evaluasi dari program yang telah di rencanakan. Masing-masing tema menyampaikan hasil laporan kegiatan yang diwakili oleh kelompok tema masing-masing.

Dimulai dari kelompok pertama yaitu tema Pengentasan Buta Huruf Al-Quran, laporan akhir kegiatan disampaikan oleh saudara Oga Prayoga dengan mengungkapkan bahwa kelompoknya berfokus pada kegiatan yang berkaitan dengan Al-Quran. Bapak Ir. Noor Bekti Negoro, S.E., M.Si. menanggapi selaku dosen pembimbing dengan bertanya, “program apa yang menurut kalian paling puas untuk dilaksanakan dan program apa yang gagal, beserta alasannya.”

“Dalam kondisi seperti ini, praktikum dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda yang di mana hambatannya pun berbeda-beda menyesuaikan lokasi dan kondisi. Untuk saya pribadi, ada program NGOPI dengan melibatkan remaja masjid dan karang taruna yang di mana program ini akan berlanjut. Dari semua program tidak ada program yang gagal, karena semuanya terlaksana, namun ada program yang kurang maksimal salah satunya adalah NOBAR (Nonton bareng),” Ujar Oga Prayoga dari kelompok tema Pengentasan Buta Huruf Al-Quran.

Bapak M. Jufri Halim, M.Si. selaku dosen pembimbing dari kelompok Wakaf menyampaikan masukannya bahwa dari praktikum ini ada beberapa hal yang tidak relevan dengan misi atau tujuan awalnya. Dengan waktu yang terbatas, program-program yang dilakukan perlu melihat potensi orang yang belum bisa membaca Al-Quran dan dikemas dengan tema yang bersangkutan.

“Dengan waktu yang terbatas, program-program yang dilakukan perlu melihat potensi orang yang belum bisa membaca Al-Quran dan dikemas dengan tema yang bersangkutan. Belajarlah melakukan sesuatu dikondisikan dengan misi utamanya,” tuturnya memberikan masukan kepada seluruh mahasiswa.

Dilanjutkan laporan akhir kegiatan kelompok dua, yaitu tema Keluarga Sakinah yang disampaikan oleh saudari Laili Rizqi dan Putri Anggarini. Keduanya menjabarkan terkait program-program yang dirancang semuanya berjalan dengan lancar. Meskipun dengan hambatan dan tantangan masing-masing anggota, kelompok keluarga sakinah saling membantu dan berkoordinasi guna kelancaran sebuah program.

Ibu Nasichah, MA. selaku dosen pembimbing memberikan respon kepada kelompok keluarga sakinah bahwasanya antara rencana dengan kegiatan yang berlangsung sudah seiring namun pada saat di akhir ada kegiatan yang di undur dan seharusnya melibatkan semua KUA.

“Untuk ke depannya, jika ingin melakukan suatu program perlu sosialisasi sehingga tidak sibuk sendiri, karena harusnya ini tim yang saling membantu dan saling support sehingga semua program bisa terlaksana dengan baik. Pada hakikatnya semua program terlaksana hanya karena waktunya berbenturan dengan KUA yang bersangkutan. Sukses untuk semuanya,” terangnya saat menyampaikan respon untuk kelompok keluarga sakinah.

Kelompok tiga yaitu tema Pengelolaan Zakat yang diwakili oleh Lisda Umul Kulsum menyampaikan program-program yang telah dilakukan oleh anggota kelompoknya. Tasman M.Ag. selaku dosen pembimbing tem pengelolaan Zakat mengucapkan selamat dan sukses untuk kelompok tiga yang sudah melaksanakan praktikum dalam suasana covid-19

Selanjutnya penyampaian dari kelompok empat yaitu tema Pemberdayaan Wakaf yang diwakili oleh Muhammad Azim bin Mejan dan Dzullyza binti Rappa’ie yang merupakan mahasiswa asing berasal dari Malaysia. M. Jufri Halim, M.Si. menyampaikan selamat kepada kelompok empat meskipun terdapat berbagai kendala yang dihadapi dan di diskusikan.

Kelompok lima yang membahas mengenai tema Produk Halal yang diwakili oleh Jamaludin dan Dania Safira. Dilanjut kelompok enam yaitu tema Kerukunan Umat Beragama disampaikan oleh saudari Komariyah. Selanjutnya kelompok tujuh membahas mengenai tema Radikalisme dan Aliran Sempalan yang diwakili oleh Khosiin.

Kemudian kelompok delapan dengan tema Napza dan HIV/AIDS diwakili oleh Nurwahidin Yusma. Artiarini Puspita Arwan, M.Psi. menyampaikan selamat dan beberapa hal kepada kelompok, semua program telah berjalan dan evaluasi sudah dilakukan.

“Komunikasi dan kesiapan bisa menjadi catatan tersendiri, karena sebagai penyuluh agama tidak bisa kerja sendiri harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Itu juga yang teman-teman lakukan maka harus berkomunikasi dengan baik dan berkolaborasi dengan pihak-pihak yang dapat mendukung acara,” tutur beliau saat menyampaikan pesan kepada kelompok Napza dan HIV/AIDS.

Kelompok sembilan yaitu tema Bank Sampah/Peduli Lingkungan diwakili oleh saudari Halimatu Sa’diah dan Ratu Annisa Afrecia mengenai penyuluhan bank sampah dan lingkungan hidup bersih. Dan kelompok terakhir yaitu kelompok sepuluh membahas tema Ekonomi Kreatif/Wisata Religi yang diwakili oleh Khairunnisa. Abdul Rahman, S.Sos., M.Si. menanyakan kepada seluruh anggota ekonomi kreatif terkait kegiatan yang telah berlangsung.

Kemudian beliau juga menyampaikan beberapa hal, “untuk video di upload ke Youtube dan link dibagikan di grup whatsApp, serta untuk laporan kalau bisa di cetak menjadi buku ber-ISBN satu buah untuk jurusan. Hal ini merupakan sebagai bukti bahwa kalian telah melaksanakan kegiatan praktikum profesi makro 2020 dan untuk jurusan menjadi dokumen dalam rangka akreditasi jurusan ataupun fakultas nantinya. Satu hal lagi yang perlu dipahami bersama bahwa mata kuliah ini walaupun 3 sks tapi ini merupakan mata kuliah wajib bagi jurusan BPI dan merupakan kompetensi teknis utama yang memang harus dikuasai oleh mahasiswa BPI, harus menyesuaikan kondisi pandemi ini. Ini juga sebagai bentuk sosialisasi di wilayah masing-masing dan sebagai dakwah atau bisa menjadi promosi diri sudah dikenal di lingkungan, kesempatan ini sangat langka terlepas ada hambatan dan kendala yang terjadi,” ujar beliau sekaligus penutup sebagai dosen pengampu mata kuliah Praktikum Profesi Makro.

Kegiatan sidang Praktikum Profesi Makro 2020 ini ditutup oleh Ketua Prodi BPI Ir. Noor Bekti Negoro, S.E., M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa.

Sidang Praktikum Profesi BPI Makro 2020

“Saya yakin pasti kalian banyak menemukan pengalaman yang baru, semoga menjadi bekal yang baik untuk menjadi seorang calon penyuluh yang profesional. Kemudian, standar mutu untuk sebuah program studi salah satunya adalah lulus tepat waktu, tidak lagi mengulur-ulur waktu sampai lama karena akan berpengaruh kepada akreditasi. Saat ini praktikum sudah selesai, saya berharap untuk segera seminar proposal. Percayalah dengan kalian lulus lebih cepat, kesempatan di luar itu lebih banyak,” tutur beliau dalam menyampaikan penutupnya. (smc)