Shalawat Nabi Muhamad SAW Bergema di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Shalawat Nabi Muhamad SAW Bergema di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ya Nabi Salam Alaika Ya Rasul Salam Alaika Ya Habibi Salam Alaika Shalawatullah Alaika

Mengangkat tema Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Dalam Bekerja dan Berumah Tangga Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selenggarakan Maulid Nabi Muhamad SAW secara luring dan daring pada hari Selasa 19 Oktober 2021 pukul 13.00-15.30 Wib bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1443 H. Kegiatan dihadir oleh Dekan dan para Wakil Dekan, Guru Besar, Kabag, Kasubag, Kepala perpustaaan, Kaprodi, Sekprodi, dosen, mahasiswa, office boy, pramusaji dan scurity Fdik. Sebelum acara dimulai terlebih dahulu silaturrahim, ramah tamah dan makan siang bersama dengan menu utama sayur asem, jengkol, ikan asin dan lalaban. Acara dipandu Nadya Kharima, M. Kesos. diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Pia Khoirotun Nisa, M.I.Kom, menyanyikan Indonesia Raya, Hymne dan Mars Dakwah dirigen Musfirah Nurlaili, MA, Pembacaan Rawi Barzanji Dr. Ahmadi Rojali, Lc, MA, sambutan Dekan Fdik Suparto, M. Ed, Ph.D, Taushiyah KH. Abdul Jalil, MA dan Doa Kepala Laboratorium Zakaria, MA.

Mengawali kata sambutan dekan Fdik Suparto, M. Ed, Ph. D menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai perayaan hari besar Islam sekaligus sebagai pembinaan staf di lingkungan Fdik. Melalui tema meneladani akhlak rasulullah dalam bekerja dan berumah tangga akan menghantarkan kita merenungi sosok nabi Muhamad SAW sebagai tauladan. Tauladan mulia dalam bekerja dan berumah tangga. Pribadi mulia yang membangun peradaban humanis yang mengedepankan nilai nilai kemanusiaan, menghilangkan sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kita dalam ikatan akidah Islamiah. Dalam hal disiplin bekerja Dekan mengatakan: “ Siapa yang bekerja karena mengharap materi ia pasti akan kecewa. Siapa yang bekerja karena menginginkan pujian ia pasti akan merana. Dan barang siapa yang berja kaerena ikhlas dan mengharap ridlo Allah maka akan berlimpah rizki menghampirinya dari arah yang terduga dan dari sudut yang tidak terduga”

KH. Abdul Jalil, MA yang sengaja diundang sebagai penceramah Tunggal adalah alumni Fakultas Dakwah angkatan pertama sekarang bertugas sebagai Widyaiswara Pusdiklat Kemenag memaparkan materi dengan sangat luas, mendalam dan penuh hikmah. Niat memperingati maulid nabi Muhamad SAW harus berangkat dari rasa cinta. Mencintai selain rasul diperkenankan. Mencintai keluarga, istri, harta, perniagaan dan jabatan tidak boleh mengalahkan kecintaan kepada Allah, rasul-Nya dan berjuang di jalan Allah. Berdasarkan surat al-Ahzab ayat 21 meneladani rasulullah bukan hanya pada akhlaknya saja, akan tetapi ibadah dan akidahnya juga. Meneladani rasulllah juga harus konfrehensip pada perkataan, perbuatan dan hal ihwalnya.

Rasulullah SAW sangat professional dan berintegritas dalam bekerja. Suatu saat pamannya Abu Thalib mewakili pembesar Quraish datang menemui beliau menawarkan harta, tahta dan wanita agar nabi menghentikan dakwahnya. Dengan Sangat mantap Rasulullah menjawab: “Wahai paman, jangankan harta, tahta dan wanita. Seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar akau meninggalkan dakwah aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memberikan kemenangan terhadap Islam”

Rangkaian kegiatan maulid Nabi ditutup dengan doa dipimpin ketua laboratorium Zakaria, MA. Doa khusus dipanjatkan untuk kesembuhan dan yang terbaik untuk kolega Fdik Rr. Endah Sulistyaningsih binti Soedarmanto Staf Kemensos RI. Semoaga doa yang dipanjatkan diijabah Allah SWT dan kita mampu meneladani akhlak rasulullah SAW. Insya Allah. (Zak) .