Serial Webinar BPI Ke-8 Mengajak Masyarakat Mengubah Sampah Menjadi Sesuatu Yang Indah
Serial Webinar BPI Ke-8 Mengajak Masyarakat Mengubah Sampah Menjadi Sesuatu Yang Indah

 (Kamis, 12 November 2020) Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)  Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta setiap tahunnya melaksanakan kegiatan Praktikum Profesi Penyuluhan Makro (PPP-Makro). Namun, pada tahun ini, Kegiatan PPP-Makro dilaksanakan secara berbeda dari tahun sebelumnya,  dikarenakan adanya masa pandemi Covid-19. Kegiatan PPP-Makro biasanya dilaksanakan secara bersamaan, yaitu seluruh mahasiswa BPI ditugaskan pada satu wilayah tertentu untuk melaksankan kegiatan penyuluhan. Namun saat ini, kegiatan PPP-Makro dilaksanakan secara individu, yang dilaksanakan di domisili daerah mahasiwa. Meskipun dilakukan secara berbeda, tidak menyurutkan langkah serta semangat mahasiswa BPI untuk menjalankan kegiatan-kegiatan penyuluhan di masyarakat. Kegiatan PPP-Makro sendiri bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merepresentasikan dan mengaplikasikan keilmuan Bimbingan dan Penyuluhan Islam kepada masyarakat yang disuluhnya.

Pada hari Kamis, 12 November 2020 Kelompok “Bank Sampah dan Peduli Lingkungan” melaksanakan kegiatan Webinar Sosialisasi Bank Sampah dengan tema “Merubah Sampah Menjadi Sesuatu Yang Indah” dengan narasumber yaitu Dra. Rini Laili Prihatini, M.Si,  dan dimoderatori oleh Ratu Annisa Afrecia  Kegiatan ini juga dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai kalangan.

Dra. Rini Laili Prihatini, M.Si adalah salah satu pendiri Tim Penggerak Pemberdayaan Bank Sampah di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi serta penulis buku “Representasi Materi Penyuluhan di 4.0”. Beliau merupakan figur yang inspiratif dengan menjadi penggerak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran peduli lingkungan dan pengelolaan sampah melalui pendirian f yang nuhan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.unaanta lingkungan. kat yang disuluhnya.bank sampah.

Kegiatan Webinar berlangsung selama dua jam, dan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Kelompok Bank Sampah dan Peduli Lingkungan, Revi Oktaviana. Pada Sambutannya, Revi mengatakan “Salah satu tema penting dalam kegiatan PPP-Makro adalah program bank sampah dan peduli lingkungan yang membahas tentang permasalahan manajemen pengelolaan sampah dan kesadaran cinta lingkungan. Dalam program bank sampah dan peduli lingkungan ini,  kami berusaha mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan dalam hal mindset atau cara berfikir masyarakat yang menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna, sehingga dapat memberikan kesadaran akan pentingnya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah. Kegiatan webinar ini diharapkan dapat menjadi gerbang awal bagi kita semua untuk memahami bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama dan mengenal lebih baik bagaimana pengelolaan sampah melalui kegiatan bank sampah dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan kita.”

Pada pemberian materi, Dra Rini Laili Prihatini memaparkan fakta-fakta dan data-data menarik mengenai permasalahan sampah, bahwa setiap orang menghasilkan sampah sebesar 1 kilogram setiap harinya, hal ini menjadikan kita semua sebagai produsen sampah. Tanpa adanya pengelolaan yang baik akan timbul banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Semua ini berawal dari habit atau kebiasaan masyarakat yang kurang baik sejak awal. Karena itu sebagai langkah awal, perlu dilakukan perubahan gaya hidup pada masyarakat dalam masalah pengelolaan sampah dengan cara memulai memilah sampah.

Pemilahan sampah dapat dilakukan dengan membagi sampah ke dalam dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa terurai, biasanya berasal dari limbah sisa makhluk hidup yang terdapat di alam seperti sampah dedaunan, potongan sayur dan buah dan lain-lain, sampah jenis ini dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah jenis kedua ialah sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak bisa terurai secara alami seperti plastik, botol kaca, kertas.

Untuk menjadikan sampah bernilai ekonomi terdapat Bank Sampah sebagai sarananya. Dra. Rini Laili Prihatini menjelaskan bahwa bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering yang berasal dari rumah tangga untuk memaksimalkan partisipasi warga dan menambah nilai ekonomi dari sampah. Beliau juga menambahkan, bahwa tujuan dari bank sampah sebagai solusi reduksi sampah di tingkat masyarakat karena kemampuannya yang menjadi bagian dari sistem rantai pengumpulan sampah yang terintegrasi. Beliau menekankan “Bank sampah menjadikan sampah mempunyai nilai ekonomi dengan inovasi”.

Dengan adanya program bank sampah, membawa banyak dampak positif diantaranya meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat sampah kering, membantu masyarakat dalam hal perekonomian karena sampah yang telah dipilah memiliki nilai ekonomi, sekaligus meningkatkan interaksi antar warga. Tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial serta perekonomian masyarakat, dengan kehadiran bank sampah juga membuat lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman.

Tidak sampai disitu saja, Dra. Rini Laili Prihatini juga menjelaskan tips mengurangi sampah dengan menghindari penggunaan alat makan sekali pakai, menghindari penggunaan produk dalam kemasan sachet dan beralih menggunakan yang berukuran besar serta dapat diisi ulang, serta selalu membawa tas belanja sendiri sehingga mengurangi penggunaan plastik.

Pada sesi penutup, Dra. Rini Laili Prihatini menekankan bahwa sampah jika tidak bisa dilawan maka jadikan kawan, mulai dari diri sendiri dan lingkungan paling kecil dan terus konsisten dalam melakukan pemilahan sampah. Semua berawal dari kebiasaan dan pola pikir, karena itu peran penyuluh juga sangat penting yaitu menjadikan masyarakat tahu, mau dan mampu untuk mengubah kebiasaan dengan memilah sampah, agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.