Rapat Kerja PSHU  Rumuskan Program Strategis Penguatan Layanan Haji dan Umrah Berbasis Riset dan Literasi
Rapat Kerja PSHU Rumuskan Program Strategis Penguatan Layanan Haji dan Umrah Berbasis Riset dan Literasi

Pusat Studi Haji dan Umroh (PSHU) menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Rabu, 13 Mei 2026, di Smart Class Pusdiklat Kementerian Agama RI sebagai langkah awal merumuskan arah kebijakan dan program strategis lembaga dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung secara formal dan partisipatif tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, dewan pengarah, penanggung jawab, badan harian, koordinator dan seluruh anggota departemen PSHU, serta mahasiswa terlibat.

Rapat kerja diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan penyampaian rancangan program kerja dari masing-masing departemen. Setiap departemen mempresentasikan gagasan dan langkah strategis yang akan dijalankan sebagai tindak lanjut persiapan PSHU menjadi lembaga yang beroperasi dalam memfasilitasi kebutuhan calon jemaah haji dan umrah. Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan evaluasi yang membuka ruang saran, kritik, serta koreksi konstruktif dari seluruh peserta rapat.

Dalam sambutannya, Ketua PSHU, Dr. Amirudin, M.Si menegaskan bahwa PSHU dirancang sebagai lembaga yang mampu mengintegrasikan pengembangan kegiatan haji dan umrah bertaraf internasional secara integratif dan interkonektif. Menurutnya, kehadiran PSHU diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kebijakan, serta kemabruran ibadah haji dan umrah di Indonesia.

“PSHU tidak hanya hadir sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai pusat pelayanan dan pengembangan kajian haji dan umrah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan tata kelola haji di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Amirudin.

Sementara itu, Dewan Pengarah PSHU, Dr. Rubiyanah, M.A, dalam sambutannya sekaligus membuka rapat kerja menyampaikan bahwa PSHU memiliki posisi strategis sebagai ruang kolaboratif bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam mendukung perbaikan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Menurutnya, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui rekomendasi kebijakan, kajian ilmiah, program edukasi, serta sosialisasi berbasis riset kepada calon jamaah, pembimbing, dan masyarakat umum.

Ia juga mengungkapkan bahwa gagasan kelembagaan PSHU telah mendapatkan pandangan apresiatif dari pihak Kemenhaj karena dinilai mampu menjadi lembaga pelayanan masyarakat dalam mempersiapkan calon jemaah haji dan umrah secara lebih komprehensif.

“PSHU diharapkan menjadi pusat kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi, penguatan literasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis riset untuk mendukung penyelenggaraan haji dan umrah yang lebih baik,” ungkapnya.

Dalam struktur organisasinya, PSHU terdiri atas lima departemen utama, yakni Departemen Riset, Departemen Literasi, Departemen Ekosistem, Departemen Penguatan dan Pemberdayaan, serta Departemen Publikasi dan Dokumentasi. Masing-masing departemen dipimpin oleh seorang koordinator dan anggota yang berada di bawah koordinasi Badan Harian serta dinaungi Penanggung Jawab dan Dewan Pengarah.

Pada sesi pemaparan program kerja, Departemen Riset yang dikoordinatori oleh Dr. Wahyu Prasetyawan, M.A menawarkan sejumlah program strategis berbasis penelitian dan pemetaan persoalan haji. Program tersebut meliputi Survey Perilaku Berhaji (Hajj Behaviour) yang dirancang sebagai program jangka panjang tahunan, Survey Indeks Kepuasan Pelayanan Haji dalam skema jangka pendek bulanan, identifikasi masalah haji dan umrah, serta survei terhadap lembaga penyelenggara haji. Riset menjadi fondasi penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan dan penguatan pelayanan haji berbasis data empiris. Riset yang berkelanjutan akan membantu PSHU menghadirkan kajian yang relevan dan mampu menjawab persoalan riil di lapangan.

Selanjutnya, Departemen Literasi dengan koordinator Dr. Ai Nur Bayinah, S.E., M.M mengusung enam program kerja utama yang berfokus pada edukasi publik. Program tersebut meliputi Sekolah Literasi Haji dan Umrah, Podcast “Dialektika Baitullah”, Webinar Literasi Seri Bulanan, Artikel Website bertema edukasi dan analisis, Infografis dan Kampanye Media Sosial, Video Dokumenter Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta Video Tutorial Pelaksanaan Haji dan Umrah. Program-program tersebut dirancang dalam skema jangka pendek maupun jangka panjang guna meningkatkan literasi masyarakat mengenai pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara komprehensif dan mudah diakses melalui media digital.

Departemen Ekosistem yang dikoordinatori oleh Dr. Fatmawati, M.Ag turut memaparkan sejumlah program yang berorientasi pada penguatan sistem dan tata kelola haji dan umrah. Program yang diusulkan meliputi Seminar Literasi BPKH, kajian terkait penetapan biaya haji dan umrah, pengembangan Haji Virtual, serta pendampingan akreditasi Travel dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Penguatan ekosistem menjadi langkah penting agar pelayanan haji dan umrah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.

Berikutnya, Departemen Penguatan dan Pemberdayaan yang dikoordinatori oleh Drs. Kartono mempresentasikan program yang berfokus pada penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut meliputi peningkatan kerja sama dengan Kemenhaj RI dan lembaga terkait, kajian rekrutmen calon petugas haji, kajian problematika ibadah haji dan umrah, serta pembangunan laboratorium praktikum haji dan umrah. Program laboratorium praktikum tersebut dirancang sebagai sarana edukatif untuk memberikan simulasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara lebih aplikatif bagi masyarakat dan calon jemaah.

Adapun Departemen Publikasi dan Dokumentasi yang dikoordinatori oleh Muhyiddin Fanda Setiawan, M.I.Kom menawarkan program kerja berbasis digitalisasi dan penguatan media informasi lembaga. Program tersebut mencakup pengelolaan media sosial dan website, penerbitan newsletter bulanan, dokumentasi kegiatan PSHU, arsip dokumentasi terintegrasi, produksi konten edukasi haji dan umrah, serta penyusunan company profile PSHU. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat eksistensi digital PSHU sebagai lembaga pelayanan yang konstruktif, edukatif, dan solutif di ruang publik digital. 

Sebagai penutup, Penanggung Jawab PSHU, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto menyampaikan apresiasi atas berbagai gagasan program kerja yang telah dipresentasikan seluruh departemen. Dalam arahannya, ia memberikan sejumlah catatan evaluatif, khususnya terkait pentingnya penguatan literasi media, pemahaman algoritma digital, serta strategi branding kelembagaan melalui publikasi yang konsisten. Ia menekankan pentingnya produksi press release secara rutin untuk merespons isu-isu sosial terkait haji dan umrah, sekaligus memperkuat kehadiran PSHU di ruang publik.

“PSHU harus mampu mewadahi kebutuhan pemerintah dan masyarakat melalui riset-riset yang konsisten, baik dalam skala regional maupun nasional. Kerja sama yang kuat juga menjadi kunci untuk menjaga akselerasi program kerja sebagai bentuk kinerja nyata lembaga,” tegas Prof. Gun Gun Heryanto.

Melalui rapat kerja tersebut, PSHU menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga kajian, pelayanan, dan pengembangan haji dan umrah yang adaptif, kolaboratif, serta berbasis riset dan literasi guna mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia.

Tag :