Pusat Studi Haji dan Umrah FDIK UIN Jakarta Jajaki Kolaborasi Riset Strategis Bersama BRIN
Jakarta – Pusat Studi Haji dan Umrah (PSHU) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar rapat koordinasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Jumat (10/7/2026) di Ruang Meeting Lantai 2 FDIK UIN Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi riset strategis guna mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan penyelenggaraan ibadah haji bagi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Rapat dipimpin oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Kepala dan Sekretaris Pusat Studi Haji dan Umrah, tim riset PSHU, serta sejumlah dosen FDIK. Dari BRIN hadir Agus Fanar Syukri, Ph.D. bersama Ibrohim selaku Tenaga Ahli DPR.
Dalam sambutannya, Dekan FDIK menyampaikan bahwa Pusat Studi Haji dan Umrah telah menginisiasi berbagai kegiatan akademik sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan kajian penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, sinergi dengan BRIN diharapkan mampu memperkuat riset-riset yang menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dekan juga menyampaikan perkembangan hasil pertemuan sebelumnya bersama Kementerian Haji dan Umrah yang telah mulai memetakan klaster-klaster prioritas penelitian.
Dalam paparannya, Agus Fanar Syukri menjelaskan bahwa penelitian yang dikembangkan bersama BRIN diarahkan untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada Kementerian Haji dan Umrah. Ia menegaskan pentingnya penyusunan roadmap penelitian hingga tahun 2029 berdasarkan klaster prioritas yang disusun dari berbagai permasalahan aktual dalam penyelenggaraan ibadah haji. Selain menjelaskan mekanisme pengajuan proposal penelitian, BRIN juga mendorong para akademisi untuk memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan rekomendasi yang implementatif.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta. Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah pengembangan kajian mengenai tata kelola komunikasi penyelenggaraan ibadah haji. Prof. Gun mengusulkan agar penelitian tidak hanya mengkaji alur komunikasi publik, tetapi juga efektivitas protokol komunikasi pemerintah, strategi media, serta peran juru bicara dalam membangun kepercayaan publik selama penyelenggaraan ibadah haji.
Selain itu, aspek keberlanjutan (sustainability) juga menjadi perhatian. Penelitian mengenai konsep Green Hajj diusulkan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di sisi lain, pembahasan juga mengarah pada peningkatan kemandirian jamaah melalui penguatan sistem layanan, terutama bagi jamaah lanjut usia, dengan memanfaatkan peluang digitalisasi dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Diskusi turut mengembangkan gagasan mengenai ekosistem penyelenggaraan ibadah haji. Kajian tidak hanya difokuskan pada aspek fikih dan dam, tetapi juga diarahkan pada pengelolaan ekosistem haji secara menyeluruh, termasuk berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan ibadah haji berdasarkan kebutuhan Kementerian Haji. Selain itu, peserta juga mengusulkan agar kajian fikih haji dipisahkan dari tata kelola dam sehingga masing-masing memiliki ruang pengembangan penelitian yang lebih komprehensif.
Topik lain yang menjadi perhatian adalah penguatan kualitas pembimbing haji. Peserta rapat menilai bahwa pembimbing haji merupakan salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sehingga perlu didukung melalui penelitian mengenai kompetensi, profesionalisme, sistem pembinaan, sertifikasi, hingga mekanisme pengawasan dan evaluasi pembimbing haji sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia penyelenggara haji.
Sebagai hasil diskusi, terdapat beberapa usulan penguatan klaster penelitian yang akan menjadi bahan penyusunan roadmap bersama, antara lain tata kelola komunikasi haji, manasik haji dan istitha'ah lansia yang dilakukan sepanjang tahun, kajian fikih haji yang dipisahkan dari tata kelola dam, pengembangan ekosistem penyelenggaraan haji, serta penguatan sumber daya manusia dan pembimbing haji. Seluruh hasil diskusi tersebut akan menjadi masukan bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam menentukan arah penelitian prioritas di masa mendatang.
Melalui pertemuan ini, Pusat Studi Haji dan Umrah FDIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan BRIN berkomitmen untuk melanjutkan pembahasan penyusunan proposal penelitian sesuai klaster yang telah dirumuskan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan riset-riset berkualitas yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyempurnaan tata kelola dan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
