Prodi Magister Manajemen Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Kuliah Dosen Tamu Bertema "Transformasi Dakwah di Era Digital: Pendekatan Dakwah di Indonesia, Singapura, dan Malaysia"
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta — Program Studi Magister Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan *Kuliah Dosen Tamu* bertajuk "Transformasi Dakwah di Era Digital: Pendekatan Dakwah di Indonesia, Singapura, dan Malaysia" pada Kamis (18/6), pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di ruang kelas Gedung Eks Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dikhususkan bagi mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Dakwah sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dakwah kontemporer.
Kegiatan ini digagas sebagai respons atas perkembangan teknologi digital yang membawa perubahan besar dalam cara dakwah dilakukan, sekaligus membuka wawasan peserta mengenai strategi dakwah di tengah arus media sosial dan transformasi komunikasi global.
Acara dibuka dengan opening speech dari Ketua Program Studi Magister Manajemen Dakwah, Dr. Cecep Castrawijaya, M.A., M.M., yang menggarisbawahi pentingnya tema transformasi dakwah di era digital bagi civitas akademika Magister Manajemen Dakwah. Dalam sambutannya, beliau menekankan perlunya penguasaan teknologi dan media digital sebagai bagian dari kompetensi yang harus dimiliki oleh para pengelola dakwah di masa kini. Beliau juga secara resmi membuka rangkaian kegiatan Kuliah Dosen Tamu tersebut.
Memasuki sesi inti, narasumber dari Singapura, Kheftiah bte Moorin, menyampaikan materi bertajuk "Evolusi Dakwah di Era Digital". Ia mengawali pemaparan dengan menjelaskan pergeseran dakwah dari metode konvensional, seperti ceramah di masjid, pengajian tatap muka, khutbah Jumat, hingga penyebaran buku dan brosur keagamaan, menuju pemanfaatan platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, dan podcast. Menurutnya, metode konvensional unggul dalam kedekatan emosional antara da'i dan jamaah, namun jangkauannya terbatas pada ruang dan waktu tertentu. Sebaliknya, media digital terbukti lebih efektif menjangkau generasi muda yang pola konsumsi informasinya kini bergeser ke media sosial.
Kheftiah memaparkan sejumlah peluang yang muncul dari dakwah digital, di antaranya jangkauan yang tidak lagi dibatasi geografis, efisiensi waktu dan biaya, interaksi dua arah melalui kolom komentar maupun siaran langsung, daya tarik bagi generasi milenial dan Generasi Z, serta kemudahan mengakses kembali arsip materi dakwah. Di sisi lain, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan, seperti maraknya informasi keagamaan yang belum terverifikasi, persaingan dengan konten hiburan, risiko orientasi pada popularitas semata, potensi ujaran kebencian berkedok agama, hingga pengaruh algoritma media sosial terhadap jangkauan konten dakwah. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong para da'i digital agar menyajikan materi yang relevan dengan kebutuhan audiens, mengemas pesan secara kreatif tanpa mengorbankan substansi, memastikan kredibilitas sumber keilmuan, serta tetap mengutamakan nilai moderasi dan toleransi dalam berdakwah. Pada bagian akhir, ia turut memperkenalkan MSGA Global (Master Shiro Global Academy), jejaring penulisan e-book yang beranggotakan praktisi dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Singapura.
Narasumber berikutnya, Mia Marianne, seorang Career Connector dan pendiri Bookstivator, membawakan materi yang lebih praktis dan aplikatif bertajuk "Menulis Anti Ribet Menggunakan Artificial Intelligence". Mengawali sesi dengan memperkenalkan latar belakangnya sebagai mentor penulisan buku di Hafasa Academy serta penulis delapan buku solo dan lima buku antologi, ia menekankan bahwa keterampilan menulis e-book kini menjadi salah satu cara mengatasi pengangguran sekaligus melengkapi profil pencari kerja yang selama ini hanya mengandalkan ijazah dan pengalaman kerja semata.
Dalam pemaparannya, Mia menguraikan langkah awal menulis e-book, mulai dari menentukan target pembaca, gaya bahasa, judul, isi, hingga visual buku. Ia kemudian mendemonstrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempermudah proses kreatif, seperti membuat desain sampul buku maupun komik edukatif hanya dengan menyusun prompt yang spesifik. Ia juga membagikan strategi pemasaran e-book, termasuk potensi penghasilan pasif, sistem penjualan yang aman, serta peluang menjangkau pasar pembaca secara global melalui interaksi dengan komunitas penulis lintas negara.
Sesi pemaparan dilengkapi oleh narasumber dari Indonesia, Dr. Hamidullah Mahmud, M.A., yang menyampaikan materi bertajuk "Pendekatan Dakwah di Indonesia". Ia mengawali pemaparan dengan menjelaskan latar belakang transformasi dakwah di Tanah Air, mulai dari pergeseran masyarakat ke era digital, tantangan dakwah tradisional yang mulai kehilangan relevansi di tengah perubahan pola komunikasi, hingga pentingnya adaptasi dan inovasi dalam metode dakwah. Ia mengutip QS. An-Nahl ayat 125 yang menekankan agar dakwah dilakukan dengan hikmah dan nasihat yang baik sebagai dasar pendekatan dakwah di era mana pun, termasuk era digital.
Melalui kegiatan Kuliah Dosen Tamu ini, Program Studi Magister Manajemen Dakwah berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dinamika dakwah di berbagai negara, memahami peluang dan tantangan dakwah digital, serta mampu mengembangkan inovasi manajemen dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat global.
