Prodi KPI ISQI Sunan Pandanaran Jalin Kerja Sama dengan ASKOPIS di KNKI VI Jakarta
Prodi KPI ISQI Sunan Pandanaran Jalin Kerja Sama dengan ASKOPIS di KNKI VI Jakarta

WARNAINDONESIA.COM— Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta menjalin kerja sama dengan Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) dalam rangkaian Konferensi Nasional Komunikasi Islam (KNKI) VI ASKOPIS-AICIMIDS 2026 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring nasional perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta pengembangan kapasitas akademik. Kegiatan KNKI VI ASKOPIS-AICIMIDS 2026 berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta. Ketua Program Studi KPI ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta, Arina Rahmatika, M.Sos., turut hadir dalam agenda tersebut dan melakukan penandatanganan kerja sama dengan ASKOPIS.

Perkuat Kolaborasi Pendidikan Komunikasi dan Penyiaran Islam Penandatanganan kerja sama antara Prodi KPI ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta dan ASKOPIS dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas ruang kolaborasi akademik di tingkat nasional. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan keilmuan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Kolaborasi dapat diarahkan pada penyelenggaraan seminar, konferensi ilmiah, pertukaran pengetahuan dan pengalaman, riset kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Bagi Prodi KPI ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta, keterlibatan dalam KNKI VI juga menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi program studi dalam jaringan akademik nasional. Jejaring tersebut penting di tengah perkembangan komunikasi digital yang semakin cepat. Pendidikan Komunikasi dan Penyiaran Islam dituntut tidak hanya memahami teori dan praktik komunikasi konvensional, tetapi juga mampu merespons perkembangan media sosial, platform digital, ekonomi kreatif, kecerdasan artifisial, serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi.

KNKI VI Angkat Isu Media, Masyarakat Muslim, dan Transformasi Digital KNKI VI ASKOPIS 2026 digelar bersamaan dengan Annual International Conference on Islam, Media, and Digital Society (AICIMIDS). Berdasarkan informasi kegiatan, konferensi mengangkat tema “Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation.” Tema tersebut menempatkan perkembangan media dan masyarakat digital sebagai salah satu perhatian utama dalam pengembangan kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sejumlah topik yang dibahas dalam rangkaian kegiatan mencakup transformasi Islam dan media digital, media politik dan demokrasi di dunia Muslim, identitas Muslim dalam ruang digital, otoritas keagamaan dan pengetahuan Islam di era digital, etika media dan nilai-nilai Islam dalam komunikasi digital, ekonomi digital dan industri kreatif Muslim, pendidikan Islam dan literasi digital, serta budaya dan ekspresi Islam di media baru.

Dengan cakupan tersebut, KNKI VI tidak hanya menjadi forum pertemuan akademisi, tetapi juga ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan dan peluang pendidikan Komunikasi dan Penyiaran Islam di tengah transformasi teknologi. Selain MoU Prodi, ASKOPIS Siapkan Sejumlah Agenda Kelembagaan Dalam pelaksanaan KNKI VI ASKOPIS-AICIMIDS 2026, DPP ASKOPIS juga mengagendakan sejumlah kegiatan kelembagaan. Agenda tersebut antara lain penandatanganan MoU antara program studi atau fakultas dengan ASKOPIS, baik untuk kerja sama baru maupun perpanjangan kerja sama. ASKOPIS juga memfasilitasi penandatanganan MoU dengan jurnal KPI atau jurnal Dakwah. Selain kerja sama kelembagaan, kegiatan tersebut mencakup pembagian Id Card/KTA ASKOPIS bagi anggota yang telah melakukan pemesanan, pelayanan pemesanan KTA baru, serta pendaftaran sertifikat atau piagam keanggotaan program studi di ASKOPIS. Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa KNKI VI tidak hanya diarahkan sebagai forum konferensi ilmiah, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi kelembagaan bagi program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Indonesia.

Dorong Kerja Sama Tidak Berhenti pada Penandatanganan Prodi KPI ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta berharap kerja sama dengan ASKOPIS dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi dosen, mahasiswa, maupun pengembangan kelembagaan. Kolaborasi dapat diwujudkan melalui riset bersama, publikasi ilmiah, seminar nasional dan internasional, pengembangan kompetensi mahasiswa, pertukaran akademik, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Prodi KPI ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta untuk terus meningkatkan mutu akademik sekaligus memperluas jejaring dengan perguruan tinggi dan lembaga yang bergerak dalam pengembangan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Di tengah perubahan lanskap media, penguatan kolaborasi antarpengelola Program Studi KPI dinilai semakin penting agar pendidikan Komunikasi dan Penyiaran Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, media baru, literasi digital, kecerdasan artifisial, dan kebutuhan masyarakat. Dengan keterlibatan dalam KNKI VI ASKOPIS-AICIMIDS 2026 di Jakarta, Prodi KPI ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan keilmuan Komunikasi dan Penyiaran Islam di tingkat nasional.***

Sumber : https://www.warnaindonesia.com/tarbiyah/54517503280/prodi-kpi-isqi-sunan-pandanaran-jalin-kerja-sama-dengan-askopis-di-knki-vi-jakarta