Prodi KPI Gelar Kuliah Umum dengan Tema “Kritikus Film / Sinetron dan Advokasi Media"

Sumber: DNK TV-Fajar Khairifais
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menggelar kuliah umum dengan tema “Kritikus Film / Sinetron dan Advokasi Media” secara virtual melalui pada Jumat (13/8). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dan Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis serta para produser film dan mahasiswa UIN Jakarta
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Armawati Arbi yang menyatakan bahwa tujuan dari kuliah umum dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa dan diharapkan dapat menumbuhkan karya-karya baru kedepannya.
“Kuliah umum ini bertujuan memberikan inspirasi kepada mahasiswa KPI, dan semoga dengan adanya perfilman ini dan penyiaran nanti semakin menumbuhkan karya-karya” Ujar Kaprodi Armawati Arbi.
Saat acara berlangsung, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyampaikan pengalamannya ketika menonton siaran TV di Mesir. Ia menyampaikan film dan sinetron di Mesir sebagai sarana pendidikan dan dakwah.
“Yang saya kenang dari film di mesir dan sinetronnya itu sebagai sarana Pendidikan dan dakwah” Ujar Rektor Amany Lubis

Sumber: DNK TV – Fajar
Berbeda dengan Amany yang menceritakan pengalamannya, Helvy Tiana Rosa selaku Sastrawan dan Produser Film justru menjelaskan bahwa industri film nasional mencapai pertumbuhan tertinggi terutama pada tahun 2019.
Namun ia juga menyangkan industri perfilman tahun ini yang menurun drastis akibat pandemi
“Kasihan banget tahun 2021 nyungsep karena memang pandemi, sehingga film-film kita jatuh,” Ujar Helvy Tiana Rosa.
Helvy menjelaskan bahwa inisiatif produksi film pada saat ini diambil alih oleh pengelola Over The Top (OTT) dan Video On Demand (VOD) yang membutuhkan konten orisinal dan lokal dengan tujuan untuk terus bersaing tapi dengan model bisnis yang berbeda.
Sementara itu peminat film yang ada di Indonesia cukup besar terutama sebelum pandemi. Dari segi market share Indonesia menempati 35%, di mana Indonesia menempati posisi kelima di Asia setelah China, India, Korea, dan Jepang. Hal ini disampaikan langsung oleh Produser Mizan Pictures Putut Widjanarko.
Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis menyatakan bahwa Indonesia begitu lambat, di mana teknologi sudah cepat namun pihaknya tidak dapat meregulasi media baru.
Ia dan juga pihaknya saat ini sudah mengeluarkan izin rekomendasi kelayakan sebanyak 1106 televisi di Indonesia, 379 diantaranya TV langganan seperti First Media dan sebagainya.
Ia juga mengatakan siaran TV digital yang sebelumnya direncanakan pada 17 Agustus tahun ini harus diundur ke tahun berikutnya akibat pandemi.
Sumber: Dinamika Perfilman dan Media di Indonesia
Video Kuliah Umum Prodi KPI : Kritikus Film / Sinetron dan Advokasi Media
Simak selengkapnya:
