
Selasa, 15 Februari 2022 Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) menyelenggarakan rapat tinjauan manajemen dan realisasi program pengembangan Prodi secara daring. Rapat ini diselenggarakan setelah kegiatan rapat persiapan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran semester genap tahun Akademik 2021/2022 di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kaprodi BPI, Ir. Noor Bekti Negoro, M.Si. membuka rapat dengan paparan mengenai agenda besar Prodi di tahun 2022 dan 2023. Pertama adalah terkait Akreditasi Prodi BPI yang akan berakhir pada Desember 2022. Merespon hal tersebut, Prodi BPI melakukan sejumlah langkah persiapan terutama terkait
updating data Prodi di PDDIKTI yang akan menjadi dasar BAN-PT dalam menilai Prodi BPI. Program percepatan kelulusan mahasiswa juga menjadi isu yang sangat penting di Prodi BPI sehingga membutuhkan perhatian dan kepedualian semua unsur, terutama dosen
home-based Prodi. Angka lulusan tepat waktu yang tinggi akan menunjukkan kualitas pengelolaan Prodi dalam Akreditasi sehingga menjadi hal yang niscaya untuk diupayakan. Agenda ketiga adalah peningkatan pengelolaan jurnal SULUH Prodi BPI yang pada tahun 2022 identitasnya mengalami pembaruan menjadi Jurnal Penyuluhan Agama (JPA). JPA direncanakan akan mengajukan Akreditasi di akhir tahun 2023.

Agenda besar Prodi ke-4 adalah terkait Sosialisasi dan Implementasi Kurikulum Prodi BPI tahun 2022. Proses riviu terhadap Kurikulum 2015 sendiri dilakukan secara serial, bertahap dan melibatkan para ahli yang keilmuannya relevan dengan Prodi, dosen dan
stakeholder (lembaga mitra dan alumni). Saat ini struktur Kurikulum 2022 sudah selesai dan sedang dalam proses untuk mendapatkan kode mata kuliah terkini di Akademik Pusat. Sekprodi BPI, Artiarini Puspita A., M.Psi selanjutnya mensosialisasikan struktur mata kuliah Kurikulum tahun 2022 kepada dosen Prodi yang hadir. Pada Kurikulum 2022 ini, terdapat beberapa perubahan diantaranya persentase mata kuliah keilmuan prodi yang bobotnya jauh lebih besar dibanding Kurikulum sebelumnya sehingga menambah beberapa mata kuliah baru Prodi BPI (baik mata kuliah wajib ataupun mata kuliah pilihan). Perubahan Kurikulum Prodi BPI yang berwawasan literasi baru di era digital ini dilakukan bertujuan untuk menyesuaikan dengan tuntutan zaman dan pasar.
Setelah pemaparan, para dosen memberikan tanggapan dalam sesi diskusi. Suparto, M.Ed., Ph.D, dosen Prodi BPI sekaligus Dekan FDIK memberikan tanggapan bahwa struktur Kurikulum baru sudah baik, dan dalam pelaksanaannya nanti dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mengikuti berbagai program MBKM di Prodi BPI. Terkait upaya percepatan kelulusan tepat waktu, saran yang diberikan para dosen diantaranya optimalisasi peran dosen dalam mendorong kelulusan mahasiwa (pendampingan penyusunan proposal skripsi secara intensif, dilaksanakannya mata kuliah Kolokium, optimalisasi pembimbingan akademik oleh dosen PA, persiapan syarat penulisan skripsi yang harus dipersiapkan lebih awal diantaranya tes BTW dan TOEFL/ TOAFL). Selain menanggapi isu yang dipresentasikan oleh Kaprodi dan Sekprodi, sesi diskusi semakin menarik dengan diangkatnya
issue terkait pentingnya kegiatan mahasiswa yang mendukung mahasiswa memiliki
skills yang sejalan dengan profil lulusan, alur penyelesaian studi di Prodi BPI dan topik penelitian yang dapat diangkat mahasiswa BPI.
Sebagai tindak lanjut rapat, Prodi akan mengundang dosen prodi untuk membahas Capaian Pembelajaran Lulusan yang dapat diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah, terutama untuk mata kuliah baru. Para dosen juga akan menyerahkan RPS yang sudah dimutkhirkan pada Prodi di awal perkuliahan semester genap 2021/ 2022.