Presidium Asosiasi Ahli Ilmu Komunikasi Politik Indonesia Gelar Pertemuan di FDIKOM UIN Jakarta
Presidium Asosiasi Ahli Ilmu Komunikasi Politik Indonesia Gelar Pertemuan di FDIKOM UIN Jakarta

Presidium  Asosiasi Ahli Ilmu Komunikasi Politik Indonesia (AAIKPI) menggelar pertemuan untuk membahas arah gerak dan penguatan organisasi di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat (17/4/2026). 

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 tersebut dihadiri oleh sejumlah akademisi komunikasi politik dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Prof.  Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si (Dekan FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Dr. Lely Arrianie, M.Si (London School of Public Relation Jakarta), Prof. Dr. Suwandi Sumartias, M. Si (Universitas Padjadjaran), Dr. Nani Nurani Mukhsin, M.Si (Universitas Muhammadiyah Jakarta), dan Dr. Verdy Firmantoro, M.I.Kom (Universitas Brawijaya Malang). 

Agenda pertemuan mencakup pembahasan sejumlah hal strategis, mulai dari arah gerak organisasi, pembentukan departemen, penyusunan program kerja, hingga aspek legalitas kelembagaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyamakan persepsi di antara para anggota. 

Dekan FDIKOM UIN Jakarta,  Prof.  Dr. Gun Gun Heryanto, selaku inisiator utama pembentukan asosiasi tersebut, mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya mengonsolidasikan para ilmuwan komunikasi politik dalam satu wadah yang terarah. 

“Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi terkait arah gerak asosiasi. Ke depan, AAIKPI akan melibatkan para ilmuwan komunikasi politik dari berbagai kampus,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pembentukan asosiasi ini diharapkan mampu menjadi rujukan dalam praktik komunikasi politik yang lebih berbasis keilmuan. 

“Komunikasi politik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Harus ada basis pengetahuan dan pemahaman terhadap publik sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ungkapnya. 

Lebih lanjut,  Prof.  Dr. Gun Gun Heryanto menilai kehadiran asosiasi ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk pelibatan dosen dan mahasiswa dalam pengembangan keilmuan komunikasi politik. 

Sementara itu, dosen Universitas Brawijaya, Dr. Verdy Firmantoro, M.I.Kom, menegaskan bahwa pembentukan AAIKPI tidak hanya berfungsi sebagai forum perkumpulan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun jaringan dan memperkuat kompetensi akademisi komunikasi politik. 

“Forum ini merupakan langkah awal untuk menindaklanjuti inisiasi pembentukan asosiasi. Harapannya, AAIKPI dapat memfasilitasi konsolidasi dan penguatan kompetensi para ilmuwan komunikasi politik,” ujarnya. 

Menurutnya, terdapat tiga peran utama yang akan dikembangkan oleh AAIKPI, yakni sebagai lembaga yang meningkatkan kompetensi, sebagai think tank dalam kajian strategis komunikasi politik, serta sebagai penguat bidang kajian komunikasi politik dalam lingkup ilmu komunikasi yang bersifat multidisipliner. 

“Ke depan, kami berharap AAIKPI tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas komunikasi politik di Indonesia, terutama dalam merespons dinamika publik yang semakin kompleks,” tambahnya.(Mustika Pertiwi) 

17 Apriil 2026 2