Pengabdian Mahasiswa S1 dan S2 Manajemen Dakwah FDIKOM UIN Jakarta dalam Pelaksanaan Diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede
Jakarta — Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (S1) dan Magister Manajemen Dakwah (S2) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut berkontribusi sebagai relawan pengabdian masyarakat dalam pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dan berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai tanggal 10 hingga 30 Januari 2026.
Diklat PPIH 2026 merupakan program resmi Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia penyelenggara ibadah haji. Melalui diklat ini, para calon petugas haji dipersiapkan agar mampu memberikan pelayanan yang optimal, tertib, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan jamaah haji Indonesia.
Keterlibatan mahasiswa Manajemen Dakwah dan Magister Manajemen Dakwah FDIKOM UIN Jakarta dalam kegiatan ini diwujudkan melalui partisipasi aktif sebagai relawan pada kepanitiaan di berbagai bidang strategis yang relevan dengan keilmuan manajemen dakwah. Mahasiswa terlibat secara sukarela dalam pengelolaan teknis kegiatan, pelayanan peserta diklat, administrasi dan dokumentasi, serta dukungan komunikasi dan koordinasi antarbidang. Peran tersebut menunjukkan bahwa kompetensi manajemen dakwah memiliki kontribusi nyata dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala nasional.
Selain menjalankan tugas-tugas teknis kepanitiaan, mahasiswa relawan juga berperan dalam membangun suasana pelayanan yang humanis, komunikatif, dan profesional kepada para peserta diklat. Nilai-nilai dakwah seperti keikhlasan, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, serta etika pelayanan umat menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas yang dijalankan selama kegiatan berlangsung.
Adapun mahasiswa yang terlibat sebagai relawan dalam pelaksanaan Diklat PPIH 2026 ini antara lain Al Kahfi, Rhohis Kurniawan sebagai perwakilan mahasiswa S2 Manajemen dakwah, dan Rafi Akbar Putra, Akil Firmansyah, Muhammad Rasyid Ramadhan perwakilan mahasiswa S1 Manajemen dakwah. Keterlibatan mereka tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian akademik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk memahami secara langsung dinamika manajemen penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam konteks kelembagaan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan akademik, khususnya Ketua Program Studi Magister Manajemen Dakwah, Dr. Cecep Castrawijaya, M.A., serta Dr. Amirudin, M.Si. Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen program studi dalam mendorong mahasiswa agar terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan strategis yang selaras dengan bidang keilmuan serta kebutuhan masyarakat dan negara, sekaligus sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa sebagai relawan dalam Diklat PPIH 2026 ini juga merupakan bagian dari upaya penguatan link and match antara dunia pendidikan tinggi dan praktik kelembagaan keagamaan. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan manajerial, kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi dakwah yang aplikatif dan berorientasi pada pelayanan umat.
Lebih lanjut, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa terhadap tantangan dan kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari aspek perencanaan, koordinasi lintas sektor, hingga pelayanan jamaah. Hal ini menjadi modal penting bagi mahasiswa Manajemen Dakwah dan Magister Manajemen Dakwah FDIKOM UIN Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai calon praktisi dan akademisi yang kompeten di bidang manajemen keagamaan.
Dengan adanya kontribusi mahasiswa sebagai relawan dalam pelaksanaan Diklat PPIH 2026 ini, diharapkan sinergi antara FDIKOM UIN Jakarta dan Kementerian Agama Republik Indonesia semakin kuat. Ke depan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian serupa diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia dakwah yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan umat dan bangsa.
