Pengabdian Internasional Dosen Indonesia di Masjid Al Hasanah Malaysia
Malaysia – Dalam rangka memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, para dosen dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Masjid Al Hasanah, Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia akhir Mei 2022. Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Ustadz Mohd Safian Bin Abdul Rahman selaku Nazir Masjid Al Hasanah.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah akademisi Indonesia, yakni Dr. Muhtadi, Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Cecep Castrawijaya, MA. Ketua Prodi Magister Manajemen Dakwah UIN Jakarta, Dr. Deden Mauli Darajat, Kepala Pusat Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Jakarta, Dr. Asep Shodiqin Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Dr. Tata Septayuda Purnama, Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Al-Azhar Indonesia.
Kegiatan pengabdian ini dikemas dalam bentuk diskusi ilmiah dan pemaparan materi mengenai manajemen masjid modern yang diikuti oleh pengurus dan pengelola Masjid Al Hasanah. Melalui forum ini, para akademisi dari Indonesia berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan masjid yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan ibadah, tetapi juga pada pengembangan pendidikan, sosial, ekonomi, dan dakwah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ustadz Mohd Safian Bin Abdul Rahman menyampaikan apresiasi atas kunjungan para dosen dari Indonesia yang telah berbagi wawasan dan pengalaman mengenai pengelolaan masjid.
Menurutnya, pertukaran gagasan antara pengelola masjid dan kalangan akademisi menjadi sangat penting untuk menjawab tantangan masyarakat Muslim yang terus berkembang.
“Masjid pada masa kini perlu dikelola secara profesional dengan memperhatikan aspek perencanaan program, pengelolaan sumber daya manusia, penguatan kegiatan keilmuan, serta pelayanan kepada jamaah. Diskusi seperti ini sangat bermanfaat dalam memperkaya perspektif kami dalam mengembangkan program-program kemasjidan,” ujar beliau.
Dalam sesi pemaparan, para dosen menjelaskan bahwa konsep manajemen masjid kontemporer menuntut adanya tata kelola yang efektif, transparan, dan berbasis kebutuhan jamaah. Manajemen masjid mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan program, pengorganisasian kepengurusan, pengelolaan keuangan yang akuntabel, strategi komunikasi dakwah, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengembangan program pemberdayaan ekonomi umat.
Perwakilan dosen, Dr. Muhtadi menyampaikan bahwa masjid pada masa Rasulullah Saw. merupakan pusat peradaban yang memiliki fungsi multidimensi, yaitu sebagai tempat ibadah, pusat pendidikan, ruang musyawarah, serta pusat kegiatan sosial masyarakat. Oleh karena itu, revitalisasi fungsi masjid di era modern perlu dilakukan melalui pendekatan manajemen yang profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan keislaman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, yang tidak hanya dilaksanakan pada lingkup nasional tetapi juga menjangkau komunitas internasional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi Islam Indonesia dengan pengelola masjid di Malaysia juga menjadi sarana mempererat hubungan keilmuan dan persaudaraan serumpun antara kedua negara.
Acara berlangsung dengan penuh keakraban melalui sesi dialog interaktif, pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan masjid di Indonesia dan Malaysia, serta pembahasan peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan program kemasjidan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus membangun jejaring keilmuan antar lembaga.
Melalui kegiatan pengabdian internasional ini, diharapkan lahir berbagai inovasi dalam pengelolaan masjid sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
