Pembukaan KNKI 2026, Askopis dan FDIKOM UIN Jakarta Dorong Penguatan Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi Islam
Jakarta, 12 Agustus 2026- Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi membuka acara Konferensi Nasional Komunikasi Islam VI (KNKI VI) Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS). Prosesi pembukaan menghadirkan sambutan dari Ketua Panitia, Dr. Tgk. Muh. Aminullah, M.A., CiQaR; Ketua Umum DPP ASKOPIS, Dr. Mohammad Zamroni, M.Si.; Dewan Pertimbangan DPP ASKOPIS, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si.; serta sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi S.Ag., S.H., M.H., M.A. Acara pembukaan turut dimeriahkan oleh penampilan hiburan penyanyi dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Rangkaian hari pertama kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya bertajuk "Penguatan Kelembagaan dan Keilmuan serta Standarisasi Kebijakan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Menuju Unggul dan Profesional". Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dengan pembahasan mendalam, di antaranya Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., Dr. Dr. R.M. Khairul Muluk, M.Si., serta Prof. Dr. Muhammad Nur Hayid, M.M., CSM. Seluruh rangkaian kegiatan pada hari pertama tersebut ditutup secara resmi dengan agenda Temu Pengelola Program Studi S1, S2, dan S3 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) se-Indonesia.
Acara tersebut dibuka dengan laporan jumlah peserta acara dari Ketua Panitia Dr. Tgk. Muh. Aminullah, M.A., CiQaR.
“Pembukaan konferensi ini dihadiri oleh 110 orang peserta yang meliputi akademisi, peneliti, praktisi media, mahasiswa, serta para pengurus ASKOPIS gabungan dari seluruh provinsi di Indonesia, ditambah dengan 60 orang presenter,” jelasnya.
Selanjutnya, sambutan dari Ketua Umum DPP ASKOPIS. Dr. Mohammad Zamroni, M.Si., dalam sambutannya, Ketua Umum Askopis menyatakan bahwa pertemuan ini bukan hanya sebuah tradisi tahunan, tetapi juga merupakan usaha untuk bersatu di tengah perubahan digital yang secara mendasar mengubah pandangan tentang peradaban di era modern, sekaligus menekankan pentingnya peran komunikasi Islam sebagai agen besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan dapat berfungsi sebagai pendorong moderasi Islam.
"Pertemuan kita bukan sekadar ritual tahunan tapi kita berkumpul di tengah transformasi digital yang mengungkap konsep pada peradaban di era kontemporer secara fundamental.”ujarnya.
Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi sekaligus Dewan Pertimbangan DPP, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi mitra strategis bagi Askopis untuk menguatkan keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam, serta mendorong kepercayaan diri para sarjana Islam agar ilmu komunikasi Islam memiliki basis epistemologis, ontologis, dan aksiologis yang sama kuatnya dengan keilmuan komunikasi lainnya di dunia.

“Kita harus punya kepercayaan diri untuk memastikan bahwa komunikasi Islam itu sama sederajat dengan keilmuan komunikasi lainnya. Bahkan Prof. Andi, saya mendorong lahirnya yang disebut bidang komunikasi Islam, sama dengan komunikasi politik, komunikasi kesehatan, komunikasi budaya, komunikasi internasional, yang itu kemudian punya basis epistemologis, punya basis aksiologis, dan punya basis ontologis yang sama kuatnya.” ucapnya.
Selanjutnya, pada hari pertama rangkaian KNKI diisi dengan Lokakarya Penguatan Kelembagaan dan Keilmuan serta Standarisasi Kebijakan Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Menuju Unggul dan Profesional, menghadirkan:
Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. yang memaparkan topik “Standarisasi Kebijakan Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Menuju Unggul,” Dr. Dr. R.M. Khairul Muluk, M.Si. dengan materi “Penguatan Kompetensi Profesi dan Pengembangannya sebagai Instrumen penting Akreditasi”, serta Prof. Dr. Muhammad Nur Hayid, M.M., CSM. yang membahas “Sistem Sertifikasi kompetensi dan Pengembangannya pada Unit Pendidikan Berbasis Kompetensi”.
Untuk diketahui, acara KNKI 2026 ini berlangsung sebagai rangkaian dari Annual International Conference on Islam, Media, and Digital Society (AICIMDS) 2026 yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Hotel Millennium Sirih, Jakarta. Konferensi internasional tahunan ini mengusung tema besar "Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation". Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi media, mahasiswa, pengambil kebijakan, serta komunitas internasional untuk membahas berbagai isu krusial seputar Islam, media, dan masyarakat digital dari perspektif multidisipliner.
AICIMIDS digagas sebagai forum akademik tahunan yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi media, mahasiswa, pengambil kebijakan, hingga komunitas internasional untuk mendiskusikan isu-isu strategis seputar Islam, media, dan masyarakat digital. Perkembangan media digital dinilai telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Muslim kontemporer, tidak hanya pada pola komunikasi, tetapi juga pada otoritas keagamaan, identitas sosial, perilaku politik, ekonomi kreatif, hingga cara pengetahuan Islam diproduksi dan disebarluaskan.
Konferensi ini diharapkan menjadi legacy akademik FDIKOM UIN Jakarta sekaligus forum internasional yang berkelanjutan setiap tahunnya. Selain presentasi riset, acara konferensi juga diisi dengan Workshop Nasional Penulisan Jurnal Ilmiah Internasional Bereputasi bersama para editor dan reviewer jurnal terindeks Scopus. Adapun, agenda ASKOPIS-KNKI VI turut mencakup; pelantikan DPD-DPD ASKOPIS, enandatanganan MoU antara DPP ASKOPIS dengan Program Studi KPI dan jurnal-jurnal KPI, temu Pengelola Program Studi KPI S1, S2, dan S3 se-Indonesia, temu Pengelola Jurnal KPI se-Indonesia, jalan sehat KNKI dan wisata budaya. (Rilis Fdikom UIN Jakarta)

