Memaknai Perjuangan di FDIKOM UIN Jakarta
Nama saya Siti Maulidya Chairunnisa, saya akan berbagi kisah tentang perjalanan dan perjuangan saya kuliah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menjadi bagian dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi merupakan salah satu anugrah yang Allah berikan kepada saya. Karena setelah lulus dari Aliyah, saya berharap dapat mengamalkan ilmu yang telah saya dapat dengan memilih jurusan yang sesuai dengan jurusan pada saat Aliyah. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam yang ada di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Awal mula menapaki perkuliahan di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yaitu pada saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Disana saya bertemu dengan teman-teman dari lintas jurusan dan saling bertukar cerita pengalaman masing-masing.

Memasuki awal semester, babak perjuangan baru akan segera dimulai. Euforia mahasiswa baru adalah mengikuti berbagai macam Unit Kegiatan Mahasiswa dan mengikuti kegiatan-kegiatan seminar yang di adakan baik oleh Jurusan, Fakultas maupun Universitas. Saya adalah salah satu mahasiswa yang mengalami euforia tersebut. Saat itu, banyak sekali kegiatan seminar yang di adakan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan saya berusaha untuk selalu mengikuti kegiatan tersebut terlebih jika ada bonus sertifikat yang saya dapatkan. Kegiatan-kegiatan seminar memiliki ketertarikan tersendiri karena dilaksanakan di ruangan yang istimewa, salah satunya di Theater 2. Aqib Nasution yang menjadi tempat favorit bagi mahasiswa.

Mengulas kembali awal pertama menjalani proses perkuliahan sudah disuguhkan mata kuliah yang menarik dan sesuai dengan yang saya minati. Dosen pengajar dengan berbagai macam karakter menjadi keunikan tersendiri dalam menjalani aktivitas perkuliahan, yang dimana itu adalah tantangan mahasiwa untuk memahami materi dengan cara yang berbeda-beda. Memasuki tahun ke-2 perjalanan saya kuliah lebih banyak lagi dengan segala aktivitas di lapangan membuat saya menjadi semakin menjadi lebih semangat untuk segera menyelesaikan dan mengambil peran. Meskipun di semester akhir menjalani perkuliahan daring, tapi itu semua tidak mengurangi ghiroh saya untuk terus menyelami hikmah yang akan Allah kasih untuk kita semua di muka bumi ini.

Selama kurang lebih 4 tahun menjalani peran sebagai mahasiswa. Saya merasakan ini adalah perjuangan yang luar biasa. Dimulai dari membagi waktu antara kuliah dengan organisasi, mencari beasiswa, dan mencari pengalaman baru dengan mengikuti beberapa kegiatan di luar kampus. Semester demi semester dilalui, tugas demi tugas telah ditunaikan, kegiatan yang diikuti berjalan dengan semestinya. Saya memaknai arti perjuangan yang saya alami selama di sini. Dengan keinginan yang kuat, tekad yang membara untuk dapat menyelesaikan semua rintangan dengan baik.
Kunci dari perjuangan itu adalah diri saya sendiri, di mana saya berusaha berjuang untuk menenggelamkan rasa malas dan berjuang untuk menyelesaikan apa yang sudah saya pilih dan rencanakan. Karena saya percaya Awal menjadi orang hebat adalah optimis. Optimis untuk terus mengejar cita-cita, meraih ridho-Nya dan menggapai surga-Nya. Memang bukan hal yang mudah, tapi dengan kita berusaha dan berdoa itu merupakan bukti bahwa kita optimis; kita bisa. Salah satu pesan dari orang tua saya yang sampai saat ini saya coba untuk terapkan di kehidupan saya adalah "yakin sama Allah, karena Allah Kuasa dan Allah yang akan selesain semuanya".
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi serta jurusan tercinta, Bimbingan dan Penyuluhan Islam merupakan salah satu bukti perjuangan bahwa saya pernah mengukir kisah disini dan saya mampu memaknai arti perjuangan selama ini. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh Civitas Akademika Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi serta jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam.
Motivasi saya, tidak ada usaha tanpa perjuangan, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, tidak ada pengorbanan yang sia-sia dan tidaklah kamu jadi apa-apa tanpa doa, karena Allah Maha Kuasa. Percayalah, perjalanan yang saat ini sedang ditempuh bukan akhir dari perjalanan kita, karena "Besok harus berjuang lebih keras lagi".


