Kuliah Umum dan Penandatanganan Kerjasama Fakultas Dakwah UNISBA dan Fidikom
Kuliah Umum dan Penandatanganan Kerjasama Fakultas Dakwah UNISBA dan Fidikom

Aula Pascasarjana, UNISBA Bandung (27/12), Fakultas Dakwah UNISBA Bandung menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kuliah umum dan penandatangan MoU antara Fakultas Dakwah UNISBA dengan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan UNISBA, Jajaranan Dekanat UIN Jakarta dan UNISBA, Para Kaprodi di lingkungan kedua Fakultas, serta mahasiswa fakultas dakwah UNISBA semester 3 hingga semester 7. Kegiatan ini sebagai rangkaian dari acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara kedua kampus.

Suparto, Dekan Fakultas Dakwah UIN Jakarta sebagai narasumber Kuliah umum yang berjudul “Dakwah di Era 4.0” menjelaskan bahwa ustadz yang miskin literasi informasi, teknologi dan social skill pasti akan mengalami berbagai tantangan dalam berdakwah. Apalagi kaum muslimin sebagai mayoritas di Indonesia.

Islam saat ini sebagai the fastest growing religion in the world (Kerric Harvey, 2014).
Jadi, Seorang Dai, juru dakwah atau ustadz harus pandai-pandai dalam memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi dan kemudahan akses internet di era 4.0 ini. Suparto mengutip “Kalau kamu ingin berdakwah ke suatu kaum maka sesuaikan dengan kemampuan bahasa kaum tersebut”.

Lebih lanjut Suparto menggaris bawahi bahwa Globalisasi dengan ciri 3 F: food, fashion & fun (makanan (kuliner), pakaian dan kesenangan), Itu harus disikapi dengan perilaku kita yang bijak, serta dakwah yang kreatif disesuaikan dengan zaman.

Menurut Suparto, selama ini yang terjadi dakwah itu “entertaining” yang menghibur. Dai yang lucu dan dari unsur pelawak yang banyak dicari oleh masyarakat. Padahal seharusnya dakwah itu “empowerment” harus pemberdayaan. Dakwah bisa dilakukan dengan sentuhan pemberdayaan sosial, dan lain-lain. Dakwah adalah amar ma’ruf nahi munkar. Namun sebagai prasyarat lain adalah harus menguasai literasi informasi dan literasi teknologi dan media, serta literasi social skill.

Peserta kuliah umum sangat antusias mengikuti kegiatan dan menanyakan berbagai hal terkait strategi dakwah di era milenial, dan beberapa pertanyaan lainnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) tentang persiapan pembukaan program studi Manajemen Dakwah di Fakultas Dakwah UNISBA. Peserta FGD meliputi tim pengusul prodi Manajemen Dakwah dari unsur Dekanat, para kepala lembaga, dan para tenaga pengajar. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah UNISBA menjelaskan keinginan fakultas untuk membuka prodi MD sudah sejak lama apalagi memperhatikan peluang di masyarakat seperti saat ini di Bandung ada 3857 KBIH. Sedangkan Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, menegaskan pentingnya UNISBA untuk membuka prodi MD dengan menyiapkan berbagai syarat administratif sebagaimana telah ditentukan oleh DIKTIS.

Sementara itu, Sugiharto sebagai Kaprodi MD Fidikom UIN Jakarta menegaskan hal yang paling penting untuk disiapkan adalah segala dokumen instrumen pembukaan prodi harus segera diupload sebelum bulan Februari 2020.

Ketika ditanya tentang kesiapan Fakultas Dakwah UNISBA, Rodiah dan Rahmat sebagai penggagas dan dosen senior di Fakultas Dakwah menyampaikan optimis pasti bisa segera diwujudkan. (sn/mar)