Kenali Budaya Jepang dari Yukata hingga Origami, Civitas Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rasakan Pengalaman Baru dan Maknai Pesan Perdamaian di Hiroshima Orizuru Fellow 2026
Kenali Budaya Jepang dari Yukata hingga Origami, Civitas Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rasakan Pengalaman Baru dan Maknai Pesan Perdamaian di Hiroshima Orizuru Fellow 2026

Hiroshima - Pada Selasa (28/7) program Hiroshima Orizuru Fellow resmi dibuka di Universitas Hiroshima, Jepang. Acara yang diselenggarakan oleh Sasakawa Peace Foundation (SPF) bersama dengan Columbia University dan Universitas Hiroshima mempertemukan peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kegiatan program difokuskan pada perdamaian dan pembangunan berkelanjutan serta mendukung adanya kolaborasi global terhadap lintas negara. Program internasional yang berlangsung selama 10 hari, mengirimkan dua delegasi dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Farah Nur Azizah (Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam) dan Siti Hayati Nufus (Magister Manajemen Dakwah).

Pada acara Hiroshima Orizuru Fellow, sambutan pembuka berasal dari Dr. Shinji Kaneko sebagai Executive Vice President, Hiroshima University, Mr. Nobuyuki Konishi sebagai Director, Asia and Middle East Program, The Sasakawa Peace Foundation (SPF), dan Dr. Joshua Fisher sebagai akademisi, Columbia University. Dalam sambutannya, masing-masing perwakilan menyatakan bahwa perdamaian dan pembangunan

berkelanjutan begitu penting, tidak hanya dapat dipelajari dari kuliah umum tetapi bisa dari sesama yakni satu dengan lainnya melalui pengalaman dan sudut pandang baru.

Program Hiroshima Orizuru Fellow tahun 2026 menghadirkan nuansa baru dengan memperkenalkan budaya Jepang lewat kegiatan Yukata Dressing, Origami Class, dan Calligraphy Class. Seluruh peserta yang terdiri kurang lebih dari 11 negara, berkesempatan mencoba secara langsung seluruh aktivitas yang ada, termasuk delegasi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengenakan Yukata sebagai pakaian tradisional Jepang berbentuk kimono yang lebih ringan dari bahan katun.

Selain itu, peserta juga dapat mencoba kaligrafi dengan menulis huruf Jepang menggunakan kuas dan tinta, serta origami yaitu seni melipat kertas warna-warni menjadi berbagai bentuk yang diinginkan, bisa berupa burung, bunga, atau bentuk lainnya. Melalui kegiatan tersebut, memberikan pengalaman bagi delegasi untuk mengenal kreativitas, dan merasakan budaya Jepang secara langsung.

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua minggu ini, begitu memberikan pengalaman berharga dan insight baru bagi delegasi terlebih tentang perdamaian (peace). Seluruh peserta Hiroshima Orizuru Fellow 2026 juga mengikuti dialog langsung dengan penyintas bom atom, yang mana setiap 6 Agustus diperingatinya tragedi pemboman atom melalui upacara peringatan untuk mengenang para korban sekaligus menyuarakan akan pentingnya perdamaian dan penghentian senjata nuklir. Salah satu tempat bernama Hiroshima Peace Memorial Park menjadi ruang untuk mengenang dan merefleksikan dampak perang terhadap kehidupan manusia.

Pemaknaan akan arti dari perdamaian, berlanjut dalam acara lantern festival. jMasing-masing peserta menuliskan harapan untuk perdamaian kedepannya pada sebuah lentera yang akan dihanyutkan ke sungai sebagai bentuk doa bersama bagi terciptanya dunia yang lebih damai. Kegiatan yang menjadi momen untuk mengenang sejarah Hiroshima berlangsung khidmat yang sekaligus menuai harapan besar supaya perang tidak terulang dan perdamaian dapat selalu dijaga oleh generasi mendatang.

Program internasional yang diselenggarakan di Jepang ini, tidak hanya memberikan pengalaman budaya dan sejarah, melainkan sebagai ruang untuk terus belajar akan bekal pemimpin di masa depan. Dengan terorganisirnya berbagai kegiatan, peserta didorong untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan dan kemajuan, khususnya membangun perdamaian. Pengalaman yang tercipta, diharapkan dapat menjadi modal untuk membawa nilai-nilai perdamaian dan mengambil peran guna menciptakan masa depan yang lebih baik.