Hadirkan Prof. Gun Gun Heryanto, Kuliah Umum FDK UIN Suska Riau Kupas Tuntas Peran Gen Z di Era Cyberdemocracy
uin-suska.ac.id Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Being an Agent of Change in Digital Era: Generasi Muda, Media Baru, dan Perubahan Sosial”. Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru ini bertempat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau, Rabu (9/9/2026).
Kuliah umum ini menghadirkan tokoh nasional di bidang komunikasi politik, yakni Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau, Prof. Dr. Masduki, M.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Prof. Gun Gun Heryanto di Kampus Madani tersebut. Ia menekankan pentingnya posisi strategis mahasiswa dakwah dan komunikasi di tengah gelombang disrupsi digital yang masif.
“Tema yang diangkat hari ini sangat relevan dengan realitas kehidupan kita, yakni bagaimana generasi muda mengambil peran sebagai Agent of Change di tengah transformasi digital dan dominasi media baru,” ujar Prof. Masduki.
Lebih lanjut, ia berharap melalui forum akademik ini, mahasiswa FDK UIN Suska Riau tidak sekadar menjadi penonton atau konsumen pasif di ruang siber. Lebih dari itu, mahasiswa didorong untuk bertransformasi menjadi komunikator yang cerdas, berintelektual kuat, serta cakap dalam literasi digital guna mewujudkan perubahan sosial yang konstruktif dan moderat.
Membedah Tantangan dan Strategi Generasi Muda di Era Cyberdemocracy
Sesi inti yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., mengupas tuntas evolusi peradaban masyarakat yang kini berada di ambang Society 5.0, di mana teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), IoT, dan blockchain mengubah lanskap komunikasi secara radikal.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 yang dibawakannya, pengguna internet di Indonesia telah menyentuh angka 229,4 juta jiwa atau setara dengan 80,66% dari total populasi. Angka ini didominasi oleh generasi muda yang lahir sebagai digital native. Kendati media sosial menghadirkan ruang publik yang inklusif untuk partisipasi politik maupun dakwah, berbagai kerentanan seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian berbasis agama, hingga polarisasi sosial tetap mengintai.
Sebagai solusi atas tantangan tersebut, Prof. Gun Gun menawarkan tiga strategi utama bagi generasi muda agar efektif mengemban peran sebagai Agent of Change:
- Menguatkan Basis Pemikiran: Membangun kapasitas pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), serta ketajaman sikap kritis terhadap berbagai gagasan yang berkembang.
- Menguatkan Jaringan Sosial: Memperluas basis komunitas guna menggalang solidaritas sosial yang positif dan kolaboratif.
- Menguatkan Diseminasi dan Resonansi Konten Perubahan: Memanfaatkan kanal komunikasi secara bijak sekaligus meningkatkan literasi digital demi menyebarkan narasi-narasi mencerahkan di ruang publik
