FDIKOM UIN Jakarta Gelar Istighotsah dan Taushiyah untuk Penguatan Umat yang Dihadiri Rektor

Jakarta (16/07) -- FDIKOM UIN jakarta menggelar istighotsah dan taushiyah bersama dengan tema "Bermunajat untuk Penguatan Umat dan Berjamaah untuk Tebarkan Rahmah".
Hal ini diselenggarakan atas inisiatif Kepala Laboratorium Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan Wakil Dekan Bidang III serta seluruh jajaran Civitas Akademika FDIKOM via zoom meeting room, Jakarta, Kamis malam (15/07/2021)
Istighotsah dan Taushiyah tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta yaitu Prof. Amany Burhannudin Lubis, MA., Dekan FDIKOM UIN Jakarta yaitu Suparto, M.Ed., Ph.D, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan yaitu Drs. Cecep Castrawijaya, MA. dan Dosen, Pegawai Fakultas, Alumni serta Mahasiswa FDIKOM UIN Jakarta.

Pada acara tersebut, pembukaan dipandu oleh MC yaitu Syifani Wirianisa, S.Sos; pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmat Syukur dari Manajemen Dakwah 2019; lalu sambutan-sambutan oleh Rektor UIN Jakarta yaitu Prof. Amany Burhannudin Lubis, MA. dan Dekan FDIKOM yaitu Suparto, M.Ed., Ph.D; Pembacaan Sholawat oleh Kalsum Minangsih, MA.; Taushiyah oleh Dr. KH. Syamsul Yakin, MA.; Istighotsah yang dipandu oleh Dr. KH. Ahmadi Rojali Jawab, Lc., MA., LL.M dan penutupan oleh MC.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Amany Lubis berharap munajat do'a khusyuk, tawadhu, tadarru'an illa Allahu ta'ala ini dapat dikabulkan oleh Allah SWT demi keselamatan dan kondisi yang lebih baik, untuk membangun negeri.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Civitas Akademika mendoakan untuk warga kampus, sanak family, umat Islam seluruh dunia, kemanusiaan di seluruh dunia. Pada malam ini kita bermunajat. Kalau hanya do'anya kepada warga UIN Jakarta saja, kurang pas, karena Allah tidak akan menyelamatkan satu komunitas lalu yang melihat komunitas lain masih bahaya, maka kitapun akan tertular atau kena bahayanya juga tapi kita mendo'akan seluruh dunia," ujar Prof. Amany Lubis, MA.
Dekan FDIKOM UIN Jakarta, Suparto menjelaskan bahwa banyak peristiwa yang terjadi, Allah telah mengambil orang-orang terbaik. Kehilangan orang-orang alim adalah musibah. Meninggalnya beberapa dosen merupakan kehilangan besar. Kemudian, sakitnya dosen dan staff merupakan bagian dari kepedihan bersama.
"Beberapa kali kami adakan acara tahlil dan do'a untuk keluarga, almarhum serta keluarga. Dan malam hari ini kami berinisiatif untuk mengadakan do'a kembali dalam acara istighotsah, memohon pertolongan kepada Allah dalam peristiwa yang mengenaskan dan dalam peristiwa yang membuat kita terpojok," pungkas Suparto.

Ia juga berharap agar Allah mengabulkan do'a-do'a yang terpanjatkan. Kemudian, yang sakit diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dan kembali ceria seperti sedia kala. Lalu yang meninggal dunia, Allah lapangkan kuburnya dan Allah rangkul dalam kasih sayangnya dan dimasukkan kedalam ahli surga.
