FDIKOM Gelar Webinar Bedah Disertasi Konstruksi Perempuan Muslim dan Otoritas Keagamaan Termediasi Media Sosial

Sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap dosen yang memperoleh prestasi akademik meraih gelar Doktor, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan webinar bedah disertasi Konstruksi Perempuan Muslim dan Otoritas Keagamaan Termediasi Media Sosial. Kegiatan dilaksanakan secara daring liwat zoom dan streaming live You Tube Fidikom pada hari Kamis, 18 November 2021 Pukul 13.00-15.30 Wib. Tampil sebagai narasumber Dr. Bintan Humeira, M.Si Promovendus Disertasi dan Dr. Arief Subhan, MA. Kegiatan dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Siti Napsiyah, MSW, Wakil Dekan Budang Administrasi Dr. Sihabudin Nur, MA, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Drs. Cecep Castrawijaya, MA, kaprodi, sekprodi, Kabag, Kasubag, guru besar, dosen dan mahasiswa. Jumlah yang hadir di room zoom mencapai 167 partisipan.
Acara dipandu master of ceremony merangkap moderator Indah Fadhilla, M.Hum, diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ahmad Nazhif Mahasiswa KPI semester 3, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Dakwah dan Mars Dakwah, Sambutan Dekan diwakilkan Wakil Dekan 1. Bedah Disertasi Konstruksi Perempuan Muslim dan Otoritas Keagamaan Termediasi Media Sosial, diskusi dan tanya jawab dan ditutup dengan doa.

Dekan FDIKOM berhalangan hadir sedang mewakili Rektor UIN Syarif Hidayatullah ke MTQ Nasional di Kendari. Sambutan disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Siti Napsiyah, MSW. dalam sambutannya bu Wadek menyampaikan empat hal. Pertama, menyampaikan salam Dekan yang berhalangan hadir karena mendapat tugas dari Ibu Rektor menjadi juri MTQ Nasional di Kendari. Kedua, Memberikan apresiasi kepada para narasumber, kepala laboratorium, pengisi acara, pelaksana teknis dan semua yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan. Ketiga, Bertambahnya dosen yang memperoleh gelar Doktor berimplikasi pada peningkatan kompetensi dan kualitas dosen. Keempat, Selamat kepada Dr. Bintan Humeira, M.Si yang telah menyelesaikan studi S3 dan memilih tema disertasi yang seksi, yaitu Kosntruksi Perempuan Muslim dan Otoritas Keagamaan Termediasi Media Sosial.
Disertasi Konstruksi Perempuan Muslim dan Otoritas Keagamaan Termediasi Media Sosial berhasil dipertahankan Dr. Bintan Humeira, M.Si dalam siding terbuka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia pada hari Senin 10 Agustus 2021. Menurut Bintan Humeira konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan melibatkan dialektika internalisasi-eksternalisasi-obyektivasi secara simultan dalam sejarah kehidupannya. Kehidupan perempuan ditempatkan sebagai konstruksi social yang penting, salah satunya ruang online di media social. Untuk mengurai realitas social perempuan disertasi ini menggunakan teori konstruksi realitas social Berger dan Luckman sebagai pisau analisisnya. Penelitian ini berhasil menemukan empat hal. Pertama, pembentukkan realitas onjektif dan subjektif dalam proses konstruksi perempuan sebagai otoritas keagamaan melibatkan praktik social di ruang luring dan daring yang saling terhubung, bergerak secara simultan. Kedua, Dialektika momen eksternalisasi,- objektivasi - internalisasi tidak bisa dijelaskan secara terpisah karena tindakan subjektif di ruang daring dipengaruhi praktik sosialnya di ruang luring, begitu pula sebaliknya. Ketiga, Suami bertindak sebagai significant others dalam konstruksi realitas keagamaan subjek, khususnya realitas keagamaan perempuan muslim yang salihah, baik dalam momen internalisasi maupun eksternalisasi subjek. Keempat, Kelompok rujukan menjadi peneguh atas realitas objektif tentang perempuan salihah. Peneguhan ini berhasil memaparkan realitas subjektif objek tentang perempuan muslim yang diinternalisasi suami karena legitimasi agama sebagai dogma agama.

Narasumber kedua Dr. Arief Subhan, MA dalam menanggapi isi disertasi menyoroti empat hal. Pertama, komunitas muslim di dunia yang sangat banyak dengan aktifitas mengakses internet yang intensif. Kedua, aktifitas muslim di dunia maya telah menciptakan Siber Islamic Environment sebagai ruang public baru bagi umat muslim. Perkembangan ini menempatkan umat muslim tidak lagi sebagai imigran di media social, tetapi sebagai penduduk tetap. Ketiga, Islam sebagai misionari religion tertanam dalam diris setiap muslim. Hal ini melahirkan fenomena share umat muslim yang kontennya mengandung muatan keislaman. Keempat, Aktifitas muslim di ruang public baru (Siber Islamic Environment) sangat mengejutkan dan berkembang sangat cepat. Platform media social WhatsAp, Face Book, Tweeter, Zoom, Gmeet dimanfaatkan untuk kegiatan syiar Islam seperti tahlil virtual, doa bersama, khataman al-Quran, One Day One Juz, silaturrahim, halal bihalal dan taushiyah Islam.
Aktifitas muslim secara digital di ruang public virtual berimplikasi pada terbentuknya otoritas keagamaan baru (New Islamic Authority). Legitimasi otoritas keagamaan baru ditentukan oleh banyaknya follower, like, share, komen dan subscriber. Hal ini sangat berbeda dengan otoritas keagamaan pada umumnya di dunia luring. Disertasi Dr. Bintan Humeira, M.Si yang meneliti Konstruksi Perempuan Muslim dan otoritas Keagamaan Termediasi Media Sosial adalah salah satu fenomena yang sedang berkembang di dunia virtual.

Sesi terakhir dari bedah disertasi adalah diskusi, tanya jawab dan ditutup dengan doa. Semoga Bedah disertasi Konstruksi Perempuan Muslim dan Otoritas Keagamaan Termediasi Media Sosial memberi inspirasi kepada mahasiswa dan dosen, memotivasi yang sedang kuliah S3 untuk menyelesaikan studinya. Insya Allah. (Zak)