FDIKOM Gelar Halal Bihalal 1442 H
FDIKOM Gelar Halal Bihalal 1442 H

Mengangkat tema Iedul Fitri Kembali kepada kesucian diri dan beragama dengan hati Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selenggarakan Halal Bihalal 1442 H secara virtual melalui Zoom dan Live You Tube DnK TV hari Selasa 25 Mei 2021. Kegiatan dihadiri 339 Partisipan terdiri dari Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dekan dan para Wakil Dekan, Guru Besar, Kabag, Kasubag, Kepala perpustaaan, Kaprodi, Sekprodi, dosen, Alumni, Ikatan Orang Tua dan mahasiswa FDIK. Acara dipandu Fauziah Muslimah, M.I.Kom. diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muhamad Fahri Krisnanda Mahasiswa Manajemen Dakwah, menyanyikan Indonesia Raya, Hymne dan Mars Dakwah dirigen Putri Anindia. Sambutan  Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA diwakilkan kepada Warek 2 Prof. Dr. H. Ahmad Rodoni, MM, sambutan Dekan FDIK Suparto, M. Ed, Ph.D, Taushiyah pertama Prof. Dr. KH. Asep Usman Ismail, MA topik: Iedul Fitri Kembali Kepada Kesucian diri dan Beragama Dengan Hati, Taushiyah kedua Dr. KH. Ahmad Ilyas Ismail, MA topik: Iedul Fithri Kembali Menjadi Pemenang Sejati dan Doa Dr. KH. Ahmadi Rojali, LC, MA.

Warek 2 Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM menyampaikan salam dari ibu Rektor dan ucapan Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Pertama, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi agar terus maju dan berkembang dengan peningkatan prestasi akademik dan non akademik. Kedua, Pengembangan Fakultas dapat dilakukan dengan menyelenggarakan program studi S2 dan S3. Ketiga, Suasana Covid 19 membentuk diri untuk ingat mati. Hal ini pada akhirnya menguatkan tanggung jawab sebagai insan akademik Keempat, Halal Bihalal Idul Fitri adalah momentum bersilaturrahim, saling memafkan. mengikhlaskan dan meridloi satu sama lain. Dekan FDIK dalam sambutannya menyampaikan bahwa halal bihalal adalah tradisi yang baik dan FDIK sebaiknya melestarikan dan menyelenggarakannya. Atas nama FDIK pak dekan menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf, alfa dan kekurangan dalam memberikan pelayanan. Di akhir sambutannya ia mengutif syair Imam Syafii:

“Kita memaki maki zaman padahal cacat ada pada diri kita sendiri, tidaklah zaman yang kita hidup di dalamnya ada cacat, melainkan cacat ada pada diri sendiri. Seringkali kita memaki zaman tanpa alasan yang jelas, andaikan zaman mampu berbicara tentu dia kan balas mencaci kita. Dunia kita hanyalah berpura-pura dan berpamer-pamer dan kita menipu sang maha melihat.dan tidaklah seekor srigala mau memakan bangkai temannya, sedangkan manusia ada yang memakan bangkai saudaranya”.

Prof. Dr. KH. Asep Usman Ismail, MA dalam taushiyahnya menyampaikan bahwa hakikat iedul fitri adalah kembali kepada kesucian diri dan beragama dengan hati, al-Qalbu dan al-Aqlu harus diintegrasikan. Manusia yang fitri adalah manusia mampu mendayagunakan lima potensinya, yaitu jasmani, ruh, nafs, qalbu dan aqal. Qalbu manusia memiliki empat kualitas, yaitu bercahaya, menerima cahaya, menyimpan cahaya dan memantulkan cahaya. Dr. KH. A. Ilyas Ismail, MA menyampaikan bahwa esensi iedul fitri adalah kembali kepada petunjuk Allah dan orang yang mendapat petunjuk adalah orang yang menang (al-Fauz). Al-Fauz adalah orang yang menang dalam menaklukkan syetan, hawa nafsu dan Ankara murka. Ada tiga jenis manusia dalam perspektif makna kembali, orang yang mendapat nikmat kembali karena petunjuk Allah, orang yang dimurkai (al-Magdlub) tahu jalan kembali tapi tidak mau kembali, dan orang yang tersesat (al-Dlollun) tersesat terlalu jauh tidak tahu jalan pulang. Fitrah manusia terdiri dari lima bentuk: fitrah beragama (al-Diniyah), fitrah logika (al-Aqliyah), fitrah estetika (al-Jamaliyah), fitrah damai (al-Islahiyah) dan fitrah keberanian (al-Syajaiyah).

Kegitan Halal Bihalal diakhiri dengan ramah tamah saling bersilaturrahim, berlebaran dan penutup doa oleh Dr. KH. Ahmadi Rojalih, LC, MA. Semoga Kegiatan ini mengembalikan semua civitas akademika FDIK kepada kesucian diri, beragama dengan hati dan menjadi pemenang yang hakiki Insya Allah. (Zak).