FDIK Gelar Tahlil Virtual Wafat Almarhum Drs. KH. Harun Asfar, MA

Indahnya kebersamaan sebagai sebuah keluarga besar Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi terpancar nyata saat menggelar tahlil dan Yasin Virtual via Zoom wafatnya Almarhum Drs. KH. Harun Asfar, MA. Al-marhum wafat pada hari Rabu 30 Juni 2021 pukul 01.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Cawang. Tahlil virtual dilaksanakan malam harinya pukul 19.30-22.00 WIB. Kegiatan dihadiri oleh Dekan FDIK Suparto, M.Ed, Ph.D, Wakil Dekan 1 Dr. Siti Napsiyah, MSW, Wakil Dekan 2 Dr. SihabudinNur, MA, Wakil Dekan 3 Drs. Cecep Castrawijaya, MA. Para Guru Besar, Dosen, mahasiswa dan keluarga besar almarhum. Acara dipandu oleh Nasichah, MA. Diawali dengan pembacaan Tahlil dan Yasin Bersama dipimpin Kalab Senior Ade Masturi, MA, sambutan dekan dan keluarga al-marhum, Taushiyah Prof. H. Andi Faisal Bakti, Ph. D, kesaksian sejawat dan doa penutup H. Zakaria, MA.

“Engkau akan hilang dari dunia ini dan tidak tahu kapan, Tiba tiba malam datang menyergap dan engkau tidak tahu jawaban bisa hidup hingga esok fajar. Betapa banyak Orang yang sihat meninggal tanpa sakit, dan betapa banyak orang yang sakit sakitan tetap hidup hingga kini”.
Kutipan syair Imam Syafii disampaikan Dekan FDIK saat menyampaikan kesan amat dalam terhadap almarhum. Almarhum adalah pribadi yang sangat ramah, perhatian sesama colegha dan peduli dengan yuniornya. Dedikasinya juga luar biasa baik saat menjabat di lingkup UIN dan saat memikul amanah sebagai Wakil Dekan 2 FDIK selama dua periode bersama Prof. Syamsir Salam, Prof. Ismah Salmah dan Prof. Daud Effendi di masa kepemimpinan Prof.Yunan Yusuf. Al-marhum berjasa besar mendorong yunior-yuniornya untuk naik pangkat. Tandatangan atau paraf al-marhum ternyata berimplikasi besar pada kepangkatan, besarnya honor dan gaji. Ringan dan sering dilupakan namun menjadi sedekah jariah yang terus mengalir pahalanya. Malam ini kita yang mendokan lusa bisa jadi kita yang didoakan. Terakhir pak dekan bersaksi bahwa al-marhum orang baik, husnul khatimah dan ahli surga.

Ahmad Zaky, M.Si putra al-marhum dan menjabat sebagai Kaprodi Kessos menyampaikan sambutan atas nama keluarga. Pertama, Al-marhum wafat pada hari rabu 30 Juni 2021 di RS PON Cawang dan sesuai wasiatnya di makamkan di Yayasan Al-Hamra Serang Banten pada pukul 10.00 WIB. Kedua, Ucapan terima kasih banyak kepada Dekanat dan seluruh keluarga besar FDIK yang telah menyelenggarakan Tahlil dan Yasin Virtual buat al-marhum. Ketiga, Karena situasi Covid 19 keluarga bersepakat meniadakan tahlil secara offline. Dan Tahlil Virtual ini adalah kegembiaraan dan kebahagiaan keluarga besar karena bisa ikut bergabung bersama keluarga besar FDIK. Keempat, Menyampaikan permohonan maaf seandainya ada salah dan khilaf almarhum selama hidupnya.

Prof. H. Andi Faisal Bakti, Ph. D dalam taushiyahnya menguraikan makna Surat al-Baqarah ayat 155-157. Selama hidup di dunia manusia akan mengalami lima macam ujian dari Allah: rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa, dan ketiadaan buah buahan. Kebahagiaan terindah akan di dapat bagi yang sabar, ikhlas dan ridlo dalam menjalankan ujian tersebut. Kegembiraan yang di dapat ada tiga, yaitu banyak yang mendoakan, kebersamaan keluarga dan masuk surga. Realisasi dari wujud kesabaran adalah mengucapkan Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun saat mengalami ujian. Segala sesuatu milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Malaikat Raqib dan Atid tidak lagi mencatat amal baik orang yang sudah wafat, kecuali Ilmu yang bermanfaat, shodaqoh jariah dan anak sholeh yang mendoakannya. Al-marhum Drs. KH. Harun Asfar, MA wafat meninggalkan tiga amal yang terus mengalir pahalanya tersebut.

Kesaksian dan kesan terhadap almarhum disampaikan Prof. Dr. H. Daud Effendi, MA dan Dr. Hj. Roudhonah MA. Menurut Prof Daud kedekatan dan keakrabannya dengan almarhum sejak kuliah di tahun 1973. Al-marhum biasa dipanggil Mang Harun. Secara kronologis Prof Daud menceritakan kesaksiannya. Al-marhum pernah menjabat sebagai bapak asrama putri, kabag tu perpustakaan, prof Daud honorer di perpustakaan. Kabag kemahasiswaan prof. Daud di kepegawaian. Di masa dekan FDIK Prof. Yunan Yusuf al-marhum Pd.2 Prof. Daud Pd. 3. Tahun 2010 saat Prof Daud menjabat sebagai ketua LPM al-marhum pensiun namun tetap mengajar dibidang keahliannya, bahasa Arab sampai wafatnya. Prof Daud Bersaksi al-marhum orang baik, husnul khatimah dan ahli surga. Dr. Hj. Roudhonah, MA menyampaikan kesaksiannya bahwa FDIK banyak kehilangan dosen dosen terbaikanya mulai dari Dr. Abdul Sattar, Mohamad Aswad, Hasanudin Ibnu Hibban, MA, Dr. Nurhidayat, MA, Dr. A. Ilyas Ismail, MA dan Drs. KH. Harun Asfar, MA. Almarhum sudah dikenalnya sejak terbentuk perkumpulan mahasiswa Banten, karena al-marhum adalah salah seorang tokoh Banten. Saat menjadi Kajur KPI tahun 1995 al-marhum menjabat sebagai PD. 2. Insya Allah Almahhum min ahlil khair wal janah.




Kegiatan ditutup dengan doa khusus bagi dosen UIN Syarif Hidayatullah dan dosen FDIK yang sedang sakit dan terinveksi Covid 19. Doa dipimpin kepala Laboratorium H. Zakaria MA. Semoga yang sakit Allah sembuhkan, yang wafat Allah tempatkan di Raudhah min Riyadl al-Janah dan keluarga yang ditinggal tetap sabar, ikhlas dan ridlo. (Zak)