Faculty of Letters and Human Sciences (Sociological, Cultural and Philosophical Studies Laboratory) di Dar El—Mehraz, Fez, Maroko
Kota Fez, Maroko dikenal dengan kota spiritual dan inteletual dunia dengan ikon utama masjid dan universitas al-Qarawiyyin (859) yang didirikan oleh seorang tokoh Muslim perempuan Bernama Fatima al-Fihri. Institusi Pendidikan Tinggi (universitas pertama di dunia) dan masih beroperasi secara professional hingga saat ini.
Dalam rangka kunjungannya ke kota Fez, dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Rosita Tandos, S.Ag, M.Ag, MA, MComDev, Ph.D (associate professor) memberikan kuliah umum dengan mengambil topik “Gender and Development Studies in Indonesian Islamic Higher Education: Trends, Challenges and Future Prospects”.
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2026 di University Sidi Muhamed Ben Abdellah, Faculty of Letters and Human Sciences (Sociological, Cultural and Philosophical Studies Laboratory), Dar El—Mehraz, Fez. Universitas ini dikenal sebagai universitas yang menduduki rangking teratas di Maroko. Kuliah umum diawali dengan sambutan Dekan Prof. Mohammed Moubtasimme yang sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dan menekankan pentingnya studi Gender dalam Pembangunan sebagaimana universitas Sidi Muhamed Ben Abdellah merupakan universitas pertama di Maroko yang memiliki Pusat Studi Gender dengan tokok-tokoh ternama seperti Fatima Mernissi, guru besar tafsir yang tulisan-tulisannya banyak menginspirasi bagi studi kesetaraan dan keadilan gender.

Rosita Tandos tidak hanya memaparkan tentang urgensi kajian gender dan pembangunan tetapi juga menjelaskan tentang pusat-pusat studi gender dan anak (PSGA) di Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dengan menekankan perkembangannya, peran dan dukungan Kementerian Agama dalam pengajaran, penelitian, publikasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari fungsi atau Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia. Di samping itu, ditekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengembangkan keilmuan dan program, khususnya kajian gender dan pembangunan dalam studi agama-agama.
Kuliah umum ini dihadiri pula professor atau guru-guru besar, mahasiswa magister (S2) dan doctor (S3) di lingkungan universitas maupun dari luar termasuk guru besar dan mahasiswa asing di kampus Sidi Muhamed Ben Abdellah yang sangat antusias mengikuti kuliah yang dapat dilihat dari pertanyaan-pertanyaan dan sharing pemikiran terkait topik.
Kegiatan seperti ini diharapkan akan memberikan pengetahuan yang lebih luas dan kerjasama khususnya antar dosen, guru besar dan universitas di masa depan. Upaya yang serius seperti ini akan memberikan konstribusi nyata Pendidikan Iinggi (universitas) berupa hasil kajian yang dapat memperkuat kebijakan, program dan layanan yang diberikan, khususnya kepada kelompok perempuan, anak dan kelompok disabilitas.

