Dosen KPI UIN Jakarta Dorong Mahasantri IAIN Sorong Jadi Generasi Cerdas Digital, Sehat dan Aman Bermedia
SORONG, 1 November 2026 Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melaksanakan kegiatan penguatan literasi media digital yang sehat dan aman bagi kalangan mahasantri di lingkungan kampus IAIN Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas generasi muda, khususnya mahasantri, agar mampu menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen PkM menekankan bahwa mahasiswa dan mahasantri merupakan kelompok masyarakat yang sangat dekat dengan penggunaan teknologi digital. Aktivitas akademik, komunikasi, pencarian referensi, interaksi sosial, hingga kegiatan dakwah saat ini tidak dapat dilepaskan dari keberadaan media digital.
Namun, kedekatan dengan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan dan kecakapan literasi digital. Mahasantri perlu memahami bahwa media digital bukan hanya menghadirkan berbagai kemudahan dan peluang, tetapi juga menyimpan sejumlah ancaman apabila tidak digunakan secara bijaksana.
Tim dosen menjelaskan berbagai dampak positif penggunaan media digital, antara lain mempermudah akses terhadap ilmu pengetahuan, memperluas jaringan komunikasi, mendukung kegiatan akademik, mengembangkan kreativitas, serta menjadi sarana penyebaran informasi dan dakwah Islam.
Sebaliknya, penggunaan media digital yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan media sosial, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, penipuan daring, pencurian identitas, kebocoran data pribadi, hingga berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.
"Mahasantri harus menjadi generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas dalam berpikir, kritis dalam menerima informasi, dan bijak dalam menyampaikan pesan. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Media digital harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas intelektual dan spiritual, bukan justru membawa kita pada perilaku yang merugikan," demikian pesan tim dosen dalam kegiatan tersebut.
Lebih jauh, tim PkM mengajak para mahasantri untuk membangun budaya bermedia digital yang sehat melalui beberapa prinsip penting, yaitu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya, menjaga etika komunikasi di ruang digital, melindungi data pribadi, menghindari konten negatif, serta menggunakan media sosial secara produktif.
Dalam konteks kehidupan akademik dan keagamaan, mahasantri juga diharapkan mampu memanfaatkan media digital sebagai instrumen pengembangan keilmuan, penguatan moderasi beragama, dan penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Kemampuan literasi digital menjadi semakin penting karena tantangan kehidupan masyarakat saat ini tidak hanya berlangsung di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Oleh sebab itu, mahasantri perlu memiliki ketahanan informasi agar tidak mudah terpengaruh provokasi, manipulasi informasi, maupun berbagai praktik kejahatan berbasis teknologi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dosen KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di lingkungan kampus IAIN Sorong menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui transfer pengetahuan dan pendampingan langsung kepada masyarakat akademik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasantri IAIN Sorong mampu menjadi generasi yang memiliki kecakapan digital, berintegritas, beretika, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.
Mahasantri harus hadir bukan sekadar sebagai pengguna media digital, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan informasi yang benar, menyebarkan pesan kebaikan, dan membangun peradaban digital yang sehat, aman, serta berkeadaban.
