
Pada tanggal 8 November 2022, salah seorang dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang bernama Yopi Kusmiati, mengikuti konferensi internasional yang diadakan oleh Asia-Pasific Management Accounting Association Annual Conference (APMAA) di Bangko Thailand. Konferensi yang dilakukan pada tahun 2022 ini merupakan konferensi yang ke 17, dilaksanakan selama 5 hari di Durakhij Pundit University Bangkok Thalinda, dihadiri oleh seluruh presenter, partisipant dan panitia APMAA. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh President APMAA, Prof. Susumu Ueno dari Jepang, dan dihadiri oleh President Directur Durakhij Pundit University dan jajarannya, serta para panitia APMAA. Dalam pertemuan ini terdiri dari sesi panel yang diisi oleh para speaker dari beberapa negara, dan sesi pararel oleh para presenter terpilih yang memaparkan hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Asia-Pasific Management Accounting Association Annual Conference (APMAA) merupakan kegiatan bergengsi bagi para akademisi yang terlibat dalam asosiasi tersebut, mengingat forum ini adalah forum internasional dengan seleksi yang ketat, mulai dari pengiriman abstrak makalah, hingga seleksi artikel utuh. Para
accounting dan
presenter dapat saling berbagi hasil tulisan dan atau hasil penelitian, saling berdiskusi mendapatkan sebuah pencerahan baru, mendiskusikan isu-isu terbaru demi mengembangkan diri sebagai seorang akademisi. Sebagai seorang yang memiliki bidang keilmuan komunikasi, Yopi mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya tentang aturan komunikasi dan etika berkaitan dengan aturan kebijakan selama pandemi yang termasuk dalam salah satu sub tema APMAA.
Menurut Yopi, pelaksanaan APMAA tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selama dua tahun terakhir, dengan alasan pandemi, APMAA dilakukan secara daring (online), namun di tahun 2022 ini dengan semakin menurunnya tingkat penyebaran virus covid-19, APMMA dilakukan secara hybrid, dan beberapa perwakilan dari negara-negara Asia tetap hadir, diantaranya yaitu dari Malaysia, Vietnam, Bangladesh, Jepang, Thailand dan Indonesia. Dari Indonesia sendiri ada perwakilan dari UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Merdeka Malang, dan lain-lain. Tema APMAA tahun ini yaitu: “Management Accounting: Recent Themes and Direction for a Digital Future”.
“sebagai seorang dosen kita memiliki kewajiban untuk melakukan tridarma perguruan tinggi yang terdiri dari pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyrakat. Setelah melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, seyogyanya dilakukan publikasi melalui seminar, konferensi, atau desiminasi, yang selanjutnya diterbitkan melalui jurnal terakreditasi sinta atau scopus” lanjutnya. Oleh karena itu dia sangat berterima kasih kepada Rektor serta para wakil Rektor, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi beserta seluruh jajaran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mendukung para dosen untuk melakukan pengembangan dosen dengan memberikan kesempatan mengikuti konferensi baik di tingkat nasional ataupun internasional, yang didukung dengan anggaran yang disediakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program Conference Travel Grant (CTG) Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M). Semoga di tahun berikutnya anggaran ini selalu ada dan bisa semakin meningkat jumlahnya, ujarnya.
Kegiatan konferensi merupakan sebuah forum untuk menyajikan dan mendiskusikan hasil penelitian, inovasi terbaru, hasil dan perkembangan dalam bidang integrasi Islam, sains dan teknologi. Konferensi ini merupakan forum bagi akademisi, mahasiswa pascasarjana, dan profesional yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan untuk berbagi ide/gagasan, berinteraksi dengan sesama peneliti, mempresentasikan karya terbaru para peneliti, dan memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti dan profesional di tingkat internasional. Dari konferensi ini juga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendapatkan tawaran untuk bekerjasama dengan beberapa universitas di negara Asia untuk kegiatan penelitian dan konferensi berikutnya. (PYE)