Pelantikan LO Sketsa dan Kontras Musik 2022: Berprestasi Melalui Seni

Berbicara dihadapan peserta sertifikasi haji dan umrah angkatan VI jumat 21 Januari 2022 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur dekan Fdik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Suparto, M. Ed, Ph. D menyampaikan pentingnya menguasai komunikasi antar budaya bagi pembimbing dalam melakukan bimbingan haji dan umrah, baik budaya jamaah yang dibimbing maupun budaya yang berlaku di tanah suci. Mengawali paparannya pak dekan mengutip Al-Quran surat Al-Hujrat ayat 13 dan Al-Hajj ayat 27. Bagaikan kuali besar ibadah haji mempertemukan dan melebur semua manusia dari seluruh dunia yang berbeda bangsa, bahasa, etnis dan budaya menjadi harmoni spiritual yang indah. Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, melontar ula, wustho dan aqabah, thowaf mengitari Ka’bah dan berlari kecil antara shafa dan Marwa. Sebagai melting pot Ibadah haji sejatinya adalah pertemuan budaya, manusia, peradaban, ilmiah dan spiritual.

Fungsi utama penerapan komunikasi antar budaya dalam membimbing haji dan umrah pak dekan menjelaskan:
Komunikasi antar budaya memiliki empat fungsi, yaitu menyatakan identitas social, menyatakan integrasi social, menambah pengetahuan dan interaksi social. Melalui komunikasi anatar budaya seseorang dapat menunjukkan identitas sosialnya, menyatukan antar pribadi dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, menambah pengetahuan dan wawasan yang baru dan menciptakan hubungan yang komplementer dan selaras.
Selanjutnya pak dekan memaparkan hambatan yang bisa terjadi dalam berkomunikasi antar budaya, yaitu hambatan fisik, budaya, persepsi, motivasi, pengalaman, emosi, bahasa, nonverbal dan kompetisi. Agar hambatan tersebut dapat diatasi dan komunikasi antar budaya yang dilakukan pembimbing berjalan sukses harus menguasai sepuluh strategi, yaitu menentukan tujuan berkomunikasi, pesan yang disampaikan jelas, memiliki kemampuan mendengar yang baik, memposisikan diri dengan benar, menerima masukan dan kritik konstruktif, menguasai teknik persuasi, mendalami psikologi, piawai dalam berbahasa, keterbukaan dan berwawasan tentang pandangan dunia.

Sesi terakhir Kegiatan yang dipandu moderator Hj. Musfirah Nurlaily, MA adalah Tanya jawab dari peserta. Peserta yang berjumlah 98 dibagi dalam enam kelompok sangat antusias dalam memberikan pertanyaan dan dengan taktis dan lugas pak dekan menjawab semua pertanyaan peserta. (Zak).
