Academic Day Magister Manajemen Dakwah Sebagai Prodi Unggul  Tekankan Riset, Inovasi, dan Transformasi
Academic Day Magister Manajemen Dakwah Sebagai Prodi Unggul Tekankan Riset, Inovasi, dan Transformasi

Jakarta, 2 September 2026 — Program Studi Magister Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Academic Day dan Pelantikan HMPS Magister Manajemen Dakwah 2026 dengan mengusung tema “Research, Innovation & Transformation”, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Theater Prof. Dr. Husnul Aqib Suminto, FDIKOM UIN Jakarta, tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh lingkungan akademik, arah keilmuan Program Studi Magister Manajemen Dakwah, serta peran mahasiswa dalam mengembangkan budaya riset dan inovasi.
Program Studi Magister Manajemen Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan salah satu dari hanya dua Program Studi Manajemen Dakwah di Indonesia yang telah meraih status Akreditasi Unggul. Status tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 8055/SK/BAN-PT/Ak/M/X/2025, dengan masa berlaku akreditasi sejak 22 Oktober 2025 hingga 22 Oktober 2030. 

academik day2

Dekan FDIKOM UIN Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya menjadikan riset sebagai bagian dari tradisi akademik. Menurutnya, penelitian harus berangkat dari rasa ingin tahu dan sikap kritis terhadap berbagai persoalan.

Mahasiswa juga didorong untuk terbuka terhadap perbedaan pandangan dan menjadikan dialog sebagai bagian dari proses pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam dunia akademik, sebuah gagasan perlu terbuka untuk diuji, dikritisi, dan dikembangkan melalui berbagai perspektif.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada penelitian yang sempurna. Setiap riset memiliki keterbatasan yang perlu disampaikan secara jujur dan terbuka.

“Peneliti boleh salah, tetapi tidak boleh bohong,” tegasnya.

academik day3

Menurutnya, pernyataan tersebut menjadi pengingat penting mengenai posisi integritas dalam dunia akademik. Kesalahan dalam penelitian merupakan sesuatu yang dapat terjadi dan menjadi bagian dari proses ilmiah. Sebuah temuan dapat dikoreksi, metode dapat diperbaiki, dan kesimpulan dapat dikembangkan melalui penelitian berikutnya. Namun, kejujuran harus tetap menjadi prinsip utama dalam setiap proses penelitian.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan. Menurutnya, riset, inovasi, dan transformasi tidak dapat berkembang dalam ruang yang tertutup. Keterbukaan terhadap gagasan baru, interaksi antarmahasiswa, dosen, maupun berbagai pihak di luar kampus dapat memperkaya perspektif sekaligus membuka kemungkinan lahirnya pendekatan baru dalam pengembangan keilmuan Manajemen Dakwah.

academik day4

Sementara itu, Kaprodi Magister Manajemen Dakwah, Dr. Cecep Crastawijaya, MA., MM., menjelaskan bahwa aktivitas dakwah membutuhkan pengelolaan yang baik agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Manajemen Dakwah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dakwah, tetapi juga mencakup bagaimana aktivitas dan lembaga dakwah direncanakan, dikelola, dilaksanakan, serta dievaluasi. Dengan pendekatan manajerial, berbagai aktivitas dakwah dapat dikembangkan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa ruang kajian Manajemen Dakwah terus berkembang seiring perubahan sosial dan kebutuhan lembaga dakwah. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menghubungkan pengetahuan manajemen dengan berbagai persoalan dan praktik dakwah di lapangan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Dr. Hamidullah Mahmud, MA., yang menjelaskan bahwa manajemen dan dakwah merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam pengelolaan lembaga keislaman. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan penelitian dan evaluasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas program dan kelembagaan dakwah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh pengenalan mengenai berbagai layanan akademik. Zuhri, S.IP., Kepala Urusan Perpustakaan FDIKOM, memberikan pemaparan mengenai layanan perpustakaan, akses dan peminjaman koleksi, pengecekan Turnitin, serta mekanisme penyerahan karya ilmiah untuk mendukung proses studi dan penelitian mahasiswa.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelantikan Pengurus HMPS Magister Manajemen Dakwah Periode 2026–2027. Ketua Umum HMPS, Sofyan, S.Sos., menyampaikan komitmen kepengurusan baru untuk menjadikan organisasi mahasiswa sebagai ruang kolaborasi, pengembangan kapasitas, dan penguatan kegiatan akademik mahasiswa.

Ketua Pelaksana, Shofam Amim S.Sos, turut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun semangat mahasiswa dalam menjalani proses akademik di Program Studi Magister Manajemen Dakwah.

Melalui Academic Day ini, Program Studi Magister Manajemen Dakwah menegaskan pentingnya membangun lingkungan akademik yang kritis, terbuka, berintegritas, dan adaptif. Semangat Research, Innovation & Transformation diharapkan menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan Manajemen Dakwah.

academik day5