Rapat Dosen Fdikom Menghadapi Tahun Ajaran Baru: Offline atau Online?
Rapat Dosen Fdikom Menghadapi Tahun Ajaran Baru: Offline atau Online?
[caption id="attachment_8477" align="alignnone" width="300"] (DNK TV/Pria Mulya)[/caption] Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menggelar Rapat Dosen secara hybrid pada Selasa (16/8) di ruang teater lantai 2 dengan agenda Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2022/2023. Acara ini dihadiri oleh jajaran Dosen Fdikom hingga Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Jakarta.   Rapat kali ini membahas mengenai kesiapan fakultas maupun dosen sebelum menyambut pembelajaran pada semester baru.   “Pembahasan lain dari rapat kali ini adalah persiapan dan kesiapan dosen dalam mengajar. Tidak hanya tentang teknik, tapi juga kewajiban-kewajiban dosen. Misalnya menyiapkan RPS yang wajib disampaikan kepada mahasiswa. Kita juga akan bagikan SK (Surat Keputusan) dosen akan mengajar dimana dan kapan,” tutur Wakil Dekan Bidang Akademik, Siti Napsiyah.   Berdasarkan pemaparan Ketua LPM, Muhammad Zuhdi mengatakan perkuliahan semester ganjil akan dimulai pada Kamis (1/9) dan akan diadakan secara luring (luar jaringan). Namun, ia menegaskan tetap diperlukan pengaturan perkuliahan secara hybrid agar dosen dan mahasiswa tetap bisa memanfaatkan teknologi pembelajaran yang telah dipelajari selama masa pandemi dan menimbang fasilitas fakultas untuk menjaga protokol kesehatan.   Selain membahas persiapan semester ganjil, disampaikan pula evaluasi dosen pada semester sebelumnya. Berdasarkan survei evaluasi dosen oleh mahasiswa semester lalu, dosen Fdikom memiliki rata-rata nilai di atas skala tiga dari skala maksimal empat dengan nilai tertinggi adalah keprofesionalan dosen dalam penguasaan materi yang memiliki skala 3,50 dan skala terendah 3,15 dengan penilaian aspek sosial. [caption id="attachment_8478" align="alignnone" width="300"] (DNK TV/Pria Mulya)[/caption] Untuk aturan teknis perkuliahan dikembalikan lagi kepada Dekan dengan memperhatikan kondisi fakultas dan kaitannya dengan protokol kesehatan. Terkait hal ini, Siti Napsiyah menanggapi bahwa yang paling terpenting adalah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan baik secara luring, daring (dalam jaringan), atau pun hybrid.   “Misalnya kalau terlalu crowded, kita bagi penjadwalan. Mungkin negosiasi di mata kuliah mana yang offline atau online, termasuk semester mana yang dapat giliran. Karena yang paling penting kenyamanannya,” tuturnya.   Menanggapi arahan dari hasil rapat mengenai sistem perkuliahan, salah satu Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pia Khoiritun Nisa mengatakan bahwa ia akan memberlakukan sistem perkuliahan secara luring atau daring tergantung dengan kondisi mahasiswanya.   “Kalo mahasiswanya banyak di Jabodetabek, offline. Tapi kalo banyak yang di luar Jabodetabek tentu saja online,” tuturnya saat diwawancarai langsung oleh tim DNK TV.   Mengenai beberapa jurusan di Fdikom yang belum terakreditasi A, pihak fakultas menuturkan bahwa fokusnya saat ini bukanlah lagi pada akreditasi. Melainkan predikat baru yang dipacu oleh LPM, yakni predikat unggul.   “Upaya-upaya yang dilakukan fakultas tentunya perbaikan fasilitas, pengembangan kapasitas dosen agar lebih aktif membuat karya dan prestasinya, dan tentu pengembangan mahasiswanya, lulus tepat waktu dan berprestasi,” tutur Siti Napsiyah.   Napsiyah juga menyampaikan bahwa evaluasi dosen Fdikom mendapat track sangat baik di semester lalu. Ada aspek pribadi dosen yang memiliki keprofesionalan, performa akademik dan pemilihan metode yang lebih bervariasi bagi mahasiswa. Juga ada aspek sosial yang sense of humor, dan tidak menjaga jarak dengan mahasiswa. Reporter Adinda Shafa Afriasti; Editor Riyasti Cahya Rabbani Artikel ini sudah naik tayang di web dnktv.ac.id