Pelepasan Wisuda 116 Secara Virtual

Siapa menyangka kita bertemu dengan kegiatan seminar proposal online, sidang skripsi hingga wisuda virtual? Masa pandemic covid-19 ini memaksa semua pihak bekerja kreatif inovatif dan inspiratif. Tepat hari ini, Kamis 25 Juni 2020, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menggelar Pelepasan Wisuda 116 secara virtual. Peserta wisuda sejumlah 94 orang terdiri 8 wisudawan dari BPI, 3 wisudawan dari PMI, 5 wisudawan dari Magister KPI , 11 wisudawan dari Jurnalistik, 11 wisudawan dari Manajemen Dakwah, 23 wisudawan dari Kessos dan 33 wisudawan dari S1 KPI. Alhamdulillah kesemuanya tetep penuh hikmat mengikuti kegiatan pelepasan wisuda ini, meski tidak secara langsung bertatap muka dengan para dosen dan seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Dekan Suparto, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Prodi Jurnalistik dan tim kreatifnya yang telah sukses menyelenggarakan pelepasan alumni secara virtual dengan sangat apik, epik dan kreatif. Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada semua dosen yang telah membimbing dan mendidik calon wisudawan yang hari ini akan dilepas menjadi calon alumni Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi. Dekan pun menyampaikan terima kasih kepada narasumber, kepada para ketua dan sekretaris prodi yang telah berusaha semampu mereka menghantarkan semua calon wisudawan/I menjadi sarjana.
“Tidak ada sebuah cita-cita yang terwujud hanya dengan lamunan” pesan dekan kepada calon wisudawan”. Ini adalah proses awal menuju sukses yang harus anda lalui. “Do not judge me by my successes, judge me by how many times I fell down and got back up again” (Nelson Mandela), tegasnya. Lihatlah saya saat saya mampu terbangun ketika kegagalan itu berkali-kali datang. Maka Dekan meminta kepada para wisudawan untuk melatih kesabaran, karena sabar itu penting, bagaikan obat yang pahit di lidah tapi hasilnya adalah manis, bahkan lebih manis dari madu.
Di lain hal, Dekan juga menyinggung tentang masih minimnya lulusan yang tepat waktu. Hari ini kita mendapati hanya 15-16% yang lulus tepat waktu, selebihnya 85% tidak lulus tepat waktu. Bisa jadi memang belum berminat mengikuti kegiatan wisuda virtual, dan atau bisa jadi memang mengikuti anjuran belajar “tuul al zaman” (belajar itu butuh waktu yang lama). Ini sindiran Dekan sekaligus menguatkan pentingnya mengikuti aturan atau regulasi lulus tepat waktu 4 hingga 4,5 tahun untuk sarjana strata satu.
Problem lulus tepat waktu sangatlah kompleks, dan memang bukan hal yang mudah bagi semua mahasiswa. Salah seorang calon wisudawan, Wildian Fajrin Nurrahman, mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI tahun akademik 2013 prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), ketika ditanya oleh Wakil Dekan 1 bidang akademik, Dr. Siti Napsiyah tentang alasan mengapa sampai batas ambang akhir studi, Ia menjawab “Karena saya memiliki kesulitan ekonomi bu, dan kelemahan saya dalam mengelola waktu untuk dapat kuliah tepat waktu, saya sambil bekerja, yang ternyata tidak juga mendapatkan gaji, yang ada malah kuliah saya tertunda”, curhatnya. Ia pun berharap agar mahasiswa angkatan selanjutnya tidak meniru mahasiswa yang menyelesaikan kuliah hingga batas akhir studi.
Dengan tanpa mengurangi kesakralan acara pelepasan wisuda, panitia telah menyiapkan acara ini dengan penuh kesungguhan tinggi, dimulai dari pembuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lantunan ayat suci Al-Qur’an, Hymne Dakwah, sambutan panitia, sambutan alumni, sambutan Dekan, sharing alumni dan penutup doa. Pelaksana setiap acara dilakukan oleh para pihak yang sangat kompten di bidangnya, diantaranya pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sururoh Uthman (alumnus Jurnalistik 2019), narasumber dari alumnus Jurnalistik angkatan 2009-2013 saudara Yusuf Gandang Pamuncak yang saat ini tinggal di Jerman dan bekerja di Deutsche Welle Bonn, Germany.
Yusuf juga tidak pernah berpikir sebelumnya (saat lulus wisuda S1) akan ke Jerman suatu hari nanti, jelasnya. “Hari ini adalah hari Anda. Siapapun bisa bercita-cita, siapapun bisa menjadi apapun, asal mau berusaha”. Tujuh tahun lalu posisi saya sama dengan kalian, saat itu saya juga merasakan seperti kalian, campur aduk, bagaimana dunia kerja, bagaimana menghadapi dunia yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya mencoba segala peluang dan bidang. Saya mencoba segala peluang, saya mencoba menjadi pegawai bank, dan lain-lain hingga diterima di Net TV. Di televisi ini ia bekerja selama 4 tahun dan banyak belajar hal baru dari sini. Suatu waktu ia diberi kesempatan meliput di Jerman dari stasiun Net TV untuk program muslim traveler. Saat disana, ia ditawari Deutsche Welle, dan saya mengirim berkas lamaran. Ternyata sepulang dari liputan, saya diterima untuk magang selama enam bulan. Dan berlanjut hingga sekarang (3 tahun) di Jerman.
“Jangan berhenti berharap dan berhenti bermimpi”, pesannya. Ia pun meyakini bahwa semua akan sukses dan dapat mengejar cita-cita. Dalam sesi tanya jawab, calon wisudawan Nurul Fadhillah bertanya: “mas Yusuf selamat, prestasi luar biasa, alumni jurnalistik go internasional. Ini menjadi inspirasi buat kami. Bagaimana biar kita bisa, mohon bocorannya biar kita juga bisa sukses kayak mas yusuf”. Ada jalur kerja dan studi, jawab Yusuf. Untuk jalur kerja memang sangat ketat dan butuh penyesuaian birokratis yang rumit. Tetapi untuk jalur belajar atau studi sangat terbuka luas. Banyak beasiswa yang ditawarkan Jerman dan Indonesia sendiri. Yusuf menjawab “silakan jalur LPDP untuk mendapatkan beasiswa, dan jalur lain, banyak ko informasi untuk beasiswa”.

Laelatin Nafiah, lulusan terbaik wisuda ke 116 di tingkat fakultas (IPK 3,84 dari Prodi KPI) menyampaikan terima kasih “untuk bapak dan ibu dosen serta civitas akademika fdikom UIN Jakarta yang telah menjadi salah satu bagian cerita selama perkuliahan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan dimudahkan dan dilancarkan segala urusan. Aaamiiin”
Tim creator acara ini diketuai oleh Dra. Hj. Musfiroh Nurlaily, MA (Sekprodi Jurnalistik) yang menyajikan banyak video kreatif, pantun, shalawat, yang kemasannya menarik untuk ditonton banyak pihak. Video kreatif berisi lantunan shalawat (ibu-ibu dosen), lagu Ibu dari Iwan Fals (oleh dosen-dosen fdikom), we are the champion dari the queen (oleh dosen-dosen fdikom), dan sambutan dari semua program studi, tata usaha, perpustakaan, pramusaji, dan lainnya. Termasuk DNK-TV yang secara khusus menyajikan sebagian acara pelepasan wisuda secara virtual melalui channel Youtube DNK-TV . ***SN/MAR/KHO
