Mahasiswa Manajemen Dakwah Terpilih dalam Program International Student Mobility FDIKOM UIN Jakarta ke Universiti Kebangsaan Malaysia
Jakarta – Achmad Diponegoro, Mahasiswa semester tujuh Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terpilih menjadi peserta International Student Mobility ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 18–25 Oktober 2026 ini merupakan salah satu upaya fakultas dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi.
Program International Student Mobility ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa yang kerap disapa Dipo untuk mengenal lingkungan akademik internasional, bertukar pengetahuan, serta memperoleh pengalaman pembelajaran secara langsung di luar negeri. Selama berada di UKM, para peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik dan pengenalan lingkungan kampus di Fakulti Pengajian Islam (FPI).
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan dan pengenalan bersama jajaran pimpinan Fakulti Pengajian Islam UKM, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai program mobilitas mahasiswa dan kunjungan ke sejumlah fasilitas kampus. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai sistem pendidikan, lingkungan akademik, serta aktivitas kemahasiswaan yang berlangsung di Universiti Kebangsaan Malaysia.
Tidak hanya berorientasi pada kunjungan institusional, program ini juga menghadirkan berbagai kuliah dan diskusi ilmiah yang relevan dengan bidang keilmuan dakwah dan keislaman. Beberapa materi yang diberikan meliputi Teori dan Aplikasi Kepemimpinan Islam, Pengurusan Organisasi Dakwah, Metodologi Dakwah Non-Muslim, Strategi Pengurusan Islam, hingga Pengucapan Dakwah. Materi tersebut memberikan perspektif baru mengenai pengembangan keilmuan dakwah dalam konteks akademik dan praktik di lingkungan internasional.
Salah satu agenda yang turut memberikan pengalaman berharga adalah diskusi ilmiah dan interaksi bersama kepemimpinan mahasiswa serta organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakulti Pengajian Islam UKM. Melalui forum tersebut, peserta berkesempatan mengenal budaya organisasi mahasiswa, membangun komunikasi lintas negara, serta bertukar pandangan mengenai peran mahasiswa dalam mengembangkan kegiatan akademik dan dakwah.
Selain kegiatan di lingkungan kampus, Diponegoro juga memperoleh pengalaman pembelajaran melalui kunjungan ke beberapa lembaga dan institusi Islam di Malaysia, di antaranya Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM), Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), serta sejumlah destinasi keislaman di kawasan Putrajaya. Kunjungan ini memberikan wawasan mengenai praktik pengembangan dakwah dan pengelolaan kelembagaan Islam di Malaysia.
Bagi Achmad Diponegoro, keikutsertaan dalam program ini menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa Manajemen Dakwah. Kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan perguruan tinggi luar negeri diharapkan dapat memperluas sudut pandang, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkaya pemahaman mengenai pengelolaan dakwah dalam perspektif yang lebih luas.
